Hotspot di OKI Tembus 900 Titik, Satgas Karhutla Berjibaku Padamkan Api Siang dan Malam

25 October 2026 15:47

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda wilayah Provinsi Sumatra Selatan. Salah satu daerah yang menjadi perhatian utama yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menyusul tingginya konsentrasi titik panas (hotspot) yang terpantau di kawasan tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan per 24 Oktober, jumlah titik panas di wilayah OKI tercatat melonjak hingga mencapai lebih dari 900 titik. Kebakaran telah menghanguskan ribuan hektare lahan gambut dan semak belukar dalam beberapa bulan terakhir.

Guna mencegah api semakin meluas, ratusan personel gabungan dari Satgas Karhutla Polres OKI, Satuan Brimob, hingga Polda Sumsel dikerahkan menyisir titik-titik api dari pagi hingga malam hari.

Tiga Bulan Berteman Asap dan Trik Selamat Saat Terkepung


Di garis terdepan pemadaman, para petugas harus menghadapi medan gambut yang berat, tebalnya kepulan asap, serta minimnya pasokan air di lokasi kebakaran.

Kasat Samapta Polres OKI Iptu Supardjo mengaku sudah lebih dari tiga bulan aktif berada di lapangan memadamkan kobaran api. Ketiadaan sumber air menjadi salah satu kendala terbesar yang dihadapi tim satgas saat melakukan pemadaman langsung (ground cooling).

"Kami berteman dengan asap. Kadang di saat malam kami bersiaga menunggu dan memantau pergerakan api. Kendala terbesar khususnya di sumber air," kata Supardjo dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 25 Oktober 2026.

Supardjo menceritakan, dalam menjalankan tugas ia dan tim tak jarang berada dalam situasi hidup dan mati saat dikepung kobaran api besar dari berbagai penjuru mata angin.

"Paling berat saat kami terkepung api dari kiri dan kanan. Kami hanya bisa berdoa kepada Allah. Dan saat terkepung asap pekat, trik kami adalah bersujud menempel ke tanah atau bumi, karena di dekat permukaan tanah oksigennya masih ada," tuturnya.
   

Antisipasi ISPA dan Langkah Preventif


Mengingat tingginya risiko kesehatan akibat paparan asap pekat selama berbulan-bulan, Satgas Karhutla mendirikan Posko Aju dan Posko Kesehatan. Di posko ini, para personel rutin menjalani pemeriksaan tekanan darah dan fisik guna mengantisipasi ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kabag Ops Polres OKI Kompol Ricky Mozam menegaskan bahwa kepolisian terus memaksimalkan pengerahan personel dan armada pemadam untuk mengendalikan situasi karhutla di seluruh wilayah OKI yang terdampak.

"Kami dari Polres OKI di-backup penuh oleh Polda Sumsel dan BKO Brimob terus berupaya maksimal memberikan yang terbaik untuk penanganan karhutla ini," ucap Kompol Ricky Mozam.

Selain pemadaman aktif di titik api, kepolisian juga menggiatkan langkah preventif. Sosialisasi gencar dilakukan kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga di wilayah rawan agar tidak lagi membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara dibakar.

Masyarakat dan satgas berharap kebakaran lahan gambut di wilayah Sumatera Selatan dapat segera teratasi, sehingga kualitas udara dapat kembali pulih seperti sedia kala.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X