6 October 2026 12:12
Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani mengungkapkan pihaknya telah mengonsolidasikan atau memangkas sebanyak 354 perusahaan BUMN sejauh ini. Sebagian besar BUMN yang ditutup merupakan perusahaan yang sudah tidak beroperasi alias perusahaan dormant.
"Aset-aset yang kita tutup ini, yang kita kurangi ini, pertama memang kebanyakan memang sudah dormant ya istilahnya. Jadi perusahaannya, keberadaannya masih ada tapi sudah tidak berjalan, gitu ya,"ujar Rosan, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.
Selain itu, Danantara juga melakukan merger dan konsolidasi perusahaan sejenis, baik secara vertikal maupun horizontal. Dia mencontohkan enam perusahaan asset management yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing perbankan BUMN, kini digabung menjadi satu.