Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Ruko di Pakuwon Surabaya, Sita Tabung Gas 50 Kg

7 October 2026 19:40

Tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur terus melakukan penyelidikan untuk mengusut penyebab ledakan di salah satu ruko di kawasan Pakuwon, Surabaya. Petugas menemukan sejumlah barang bukti di area belakang ruko, seperti tabung gas LPG berukuran 50 kg, selang LPG, tungku, serta kompor gas.

Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan untuk selanjutnya diperiksa oleh Bidlabfor Polda Jawa Timur guna mengungkap penyebab pasti ledakan.

Kasi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Sukris Hermanto mengonfirmasi bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) telah menyita barang-barang yang diduga kuat berkaitan dengan titik ledakan.

"Beberapa ruko terdampak dan sekaligus rumah yang terdampak, dan dari hasil olah TKP ini kami juga sudah menemukan beberapa barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan ledakan ini. Semuanya masih dalam proses pemeriksaan oleh Labfor Polda Jatim," kata Sukris Hermanto.l dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia merinci barang bukti yang berhasil diamankan petugas dari lokasi kejadian. "Barang bukti sementara yang ditemukan adalah tabung gas LPG volume 50 kg, kemudian ada beberapa kompor gas satu tungku, dan beberapa selang," lanjutnya.
 



Kondisi Korban dan Perawatan Medis Peristiwa ledakan ini menyebabkan lima korban harus menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit, yakni RSUD dr. Soetomo dan RS Haji Surabaya. Sebanyak dua pasien dirawat di RS Haji Surabaya, sementara tiga pasien lainnya ditangani di RSUD dr. Soetomo.

Pihak Humas RS Haji Surabaya menyampaikan bahwa awalnya rumah sakit menerima empat korban. Namun, dua pasien di antaranya harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo akibat mengalami luka bakar serius.

"Di rumah sakit tadi kan ada empat yang kita rawat, kemudian dua kita rujuk ke Soetomo karena ada indikasi trauma inhalasi," ucap Kepala Tim Humas RS Haji Surabaya, Masrur, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan serta pendalaman terhadap saksi-saksi dan barang bukti untuk memastikan penyebab utama ledakan.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X