Surabaya: Dua korban ledakan resto di San Antonio Pakuwon City Surabaya yang dirawat di RSUD Haji Surabaya, masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU, setelah sebelumnya sempat menjalani operasi debridement atau pengangkatan sel kulit rusak dan pembersihan debu pascaledakan.
Dua korban ledakan resto di San Antonio Pakuwon City Surabaya yang terdiri dari satu pasien laki-laki dan pasien perempuan, yang merupakan karyawan restoran ini, sebelumnya mendapatkan penanganan di IGD RSUD Haji Surabaya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya kemudian menjalani operasi
debridement, yaitu tindakan medis untuk mengangkat jaringan yang rusak akibat luka bakar, termasuk kulit yang terbakar dan kotoran yang menempel.
Operasi dilakukan dengan pembiusan total dan masing-masing berlangsung sekitar dua jam. Setelah operasi, kedua pasien langsung dipindahkan ke ruang ICU untuk pemantauan secara intensif.
Korban laki-laki mengalami luka bakar sekitar 16 persen, sementara korban perempuan mengalami luka bakar lebih berat mencapai 31 persen. Luka bakar terdapat di bagian wajah, leher, dan tangan.
Meski belum ditemukan gangguan saluran pernapasan, keduanya tetap diawasi ketat karena area luka bakar berdekatan dengan saluran napas.
Pihak rumah sakit menegaskan, kondisi kedua pasien saat ini stabil dan terus dipantau tim medis di ruang ICU. Tim dokter berharap kondisi keduanya terus membaik, sehingga segera dapat keluar dari ICU dan dipindahkan ke ruang perawatan biasa.
Sebelumnya, lima korban kebakaran sempat datang dan mendapatkan penanganan di RSUD Haji Surabaya. Dari lima korban, empat di antaranya ditangani di IGD, terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. karena kondisinya lebih berat, dua korban laki-laki kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo.
Sedangkan dua korban lainnya, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, masih menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya. Kelima korban diketahui merupakan karyawan restoran.