Pelabuhan Pengambengan Bali Dipermak Jadi Sentra Perikanan

Metro TV • 29 September 2026 18:48

Jembrana: Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi sentra perikanan terintegrasi.

Pengembangan tersebut ditandai dengan groundbreaking proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-I. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat peran Pengambengan sebagai pusat aktivitas perikanan sekaligus perdagangan hasil laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pembangunan tersebut akan menghadirkan konsep pelabuhan perikanan yang lebih modern, bersih, dan tertata.
 



"Jadi teman-teman nanti bisa membayangkan kalau pernah ke luar negeri melihat pelabuhan perikanan di luar yang begitu bersih, bagus, ekonominya jalan dengan baik, nah nanti kita juga akan melakukan hal yang sama di sini," ujar Trenggono.

Menurutnya, kawasan pelabuhan nantinya tidak hanya menjadi tempat transaksi hasil perikanan. Pengembangan juga mencakup pasar ikan yang bersih hingga area kuliner.

"Jadi tidak ada lagi yang bau ya, semuanya tertata dengan baik," katanya.

Dibangun Selama 2,5 Tahun

Pengembangan PPN Pengambengan merupakan bagian dari proyek yang dibiayai melalui pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) berdasarkan perjanjian pinjaman pada 2023. Pembangunan dijadwalkan berlangsung selama 915 hari kalender atau sekitar dua setengah tahun, mulai September 2026 hingga Maret 2029.

Fasilitas yang dibangun mencakup infrastruktur laut, seperti pemecah gelombang, reklamasi, kolam pelabuhan, dan dermaga. Sementara di sisi darat akan tersedia tempat pelelangan ikan, pasar ikan modern, kios UMKM, hingga fasilitas pengolahan limbah.

Peningkatan infrastruktur tersebut diproyeksikan meningkatkan daya tampung kapal di PPN Pengambengan dari sekitar 1.273 unit menjadi 1.600 unit. Produksi ikan tahunan juga ditargetkan meningkat dari sekitar 61.300 ton menjadi 124 ribu ton. Sementara penyerapan tenaga kerja diperkirakan bertambah dari 8.800 orang menjadi 25 ribu orang.

Dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pemerintah menargetkan peningkatan dari sekitar Rp48 miliar menjadi Rp104 miliar. Pengembangan PPN Pengambengan juga berkaitan dengan penataan kawasan Pelabuhan Benoa sebagai bagian dari Bali Maritime Tourism Hub. Penataan tersebut mendorong relokasi bertahap kegiatan perikanan dari kawasan Pelabuhan Benoa ke lokasi lain, termasuk Pengambengan.

Nelayan Sambut Pengembangan Pelabuhan

Bagi nelayan, pengembangan PPN Pengambengan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan sekaligus mendukung aktivitas mereka.

Nelayan I Ketut Sumajaya mengatakan pihaknya menyambut pembangunan tersebut karena merupakan bagian dari permintaan nelayan untuk pengembangan pelabuhan.

"Jadi dengan adanya permintaan kami selaku perwakilan nelayan untuk pengembangan pelabuhan ini, jadi hari ini kami sangat berbahagia sekali," ujar Sumajaya.

Ia berharap pembangunan PPN Pengambengan dapat memberikan manfaat bagi nelayan dan masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari sektor perikanan.

Dengan pengembangan fasilitas dan kapasitas tersebut, PPN Pengambengan diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat aktivitas nelayan, tetapi juga pusat perdagangan, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan yang lebih terintegrasi.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X