16 September 2026 11:05
Pemerintah akan menarik 25 merek beras fortifikasi dari peredaran sekaligus mencabut izin edarnya. Langkah tegas ini diambil setelah hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan vitamin dan nutrisi pada produk-produk tersebut tidak sesuai dengan standar fortifikasi.
Temuan ini diperoleh setelah pemerintah memeriksa 27 merek beras dengan melibatkan empat laboratorium kredibel. Dari total sampel yang diperiksa, sebanyak 25 produk dinyatakan tidak memenuhi level kandungan gizi yang seharusnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa selain kandungan gizi yang tidak sesuai klaim, harga jual produk-produk tersebut juga sangat tidak wajar karena mencapai Rp57 ribu per kilogram. Padahal, beras fortifikasi sejatinya merupakan beras yang ditambahkan zat gizi, vitamin, dan mineral untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.