Jakarta: Piala Dunia selalu dikenal sebagai panggung terbesar sepak bola yang menyatukan jutaan penggemar dari berbagai belahan dunia. Namun, final Piala Dunia 2026 justru memunculkan perdebatan baru setelah harga tiketnya mencetak rekor sebagai yang termahal sepanjang sejarah.
Dengan harga yang bahkan mencapai ratusan juta rupiah, banyak pihak mempertanyakan apakah menyaksikan laga puncak dari tribun kini hanya bisa dinikmati kalangan tertentu.
Final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, menjadi final pertama yang menerapkan sistem dynamic pricing atau harga dinamis. Melalui sistem ini, harga tiket dapat berubah mengikuti permintaan pasar, jumlah kursi yang masih tersedia, serta fase penjualan. Semakin tinggi permintaan, semakin mahal pula harga tiket yang ditawarkan.
Berapa Harga Tiketnya?
Harga resmi tiket kategori termurah dibanderol mulai sekitar 2.030 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp33 juta. Sementara itu, tiket kategori satu dijual sekitar 6.730 dolar Amerika Serikat, setara lebih dari Rp109 juta. Untuk kursi premium, harga dasar bahkan melampaui Rp128 juta, belum termasuk pajak dan biaya layanan. Bagi penonton yang menginginkan pengalaman lebih eksklusif, FIFA menyediakan paket hospitality dengan harga mulai 15 ribu hingga 34.500 dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp244 juta hingga lebih dari Rp560 juta per orang.
Harga tersebut ternyata belum menjadi yang tertinggi. Di pasar penjualan kembali atau resale, tiket final reguler dilaporkan diperdagangkan mulai 10 ribu dolar Amerika Serikat. Sementara itu, tiket VIP disebut-sebut mendekati 35 ribu dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp570 juta. Lonjakan harga ini dipicu tingginya minat penggemar sepak bola dari berbagai negara yang ingin menyaksikan langsung partai final.
FIFA menjelaskan bahwa penerapan
dynamic pricing bertujuan menyesuaikan harga dengan permintaan pasar. Sistem serupa juga telah digunakan dalam berbagai ajang olahraga internasional.
Selain itu, tingginya harga tiket dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Kapasitas stadion yang terbatas.
- Permintaan tiket dari seluruh dunia yang sangat tinggi.
- Status final sebagai pertandingan paling bergengsi dalam sepak bola dunia.
Tuai Kritik dari Suporter
Di sisi lain, kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah kelompok suporter. Mereka menilai harga tiket final kini semakin sulit dijangkau oleh penggemar sepak bola biasa. Bahkan, muncul kekhawatiran bahwa
Piala Dunia perlahan berubah dari pesta rakyat menjadi ajang yang lebih mudah dinikmati oleh kalangan dengan daya beli tinggi. Karena itu, FIFA juga mengimbau para penggemar membeli tiket hanya melalui jalur resmi agar terhindar dari penipuan maupun lonjakan harga di pasar tidak resmi.
Nah, Sobat MTVN Lens, harga tiket final
Piala Dunia 2026 memang mencerminkan besarnya antusiasme terhadap ajang sepak bola paling bergengsi di dunia. Namun, tingginya biaya juga memunculkan pertanyaan baru mengenai aksesibilitas bagi para suporter. Menarik untuk melihat bagaimana FIFA menjaga keseimbangan antara nilai komersial dan semangat Piala Dunia sebagai turnamen yang dapat dinikmati oleh seluruh pencinta sepak bola.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid)