EA Sports Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026-Dunia Olahraga

Whisnu Mardiansyah • 9 July 2026 15:24

Jakarta: Menentukan calon juara Piala Dunia biasanya dilakukan melalui analisis performa tim, statistik, atau prediksi para pengamat sepak bola. Namun, ada satu prediksi yang selalu mencuri perhatian karena rekam jejaknya yang impresif, yakni simulasi dari EA Sports. 

Menariknya, selama empat edisi Piala Dunia terakhir, prediksi perusahaan pengembang gim sepak bola tersebut selalu berakhir tepat. Kini, menjelang Piala Dunia 2026, EA Sports kembali menjagokan Spanyol sebagai juara.

Lantas, bagaimana simulasi tersebut bekerja dan mengapa hasilnya begitu dipercaya?
 

 

Empat Edisi Piala Dunia Berhasil Diprediksi

Sejak Piala Dunia 2010, EA Sports rutin melakukan simulasi turnamen menggunakan mesin pertandingan yang sama seperti yang digunakan dalam gim sepak bolanya. Hasilnya terbilang mengesankan. Pada 2010, simulasi menempatkan Spanyol sebagai juara dunia, dan La Roja benar-benar mengangkat trofi usai mengalahkan Belanda di final.

Empat tahun kemudian, giliran Jerman yang diprediksi menjadi kampiun. Hasil tersebut kembali terbukti setelah Der Panzer mengalahkan Argentina pada final Piala Dunia 2014. Prediksi akurat berlanjut pada edisi 2018 ketika Prancis keluar sebagai juara dunia. Tren itu kembali terulang di Piala Dunia 2022 saat Argentina sukses mengalahkan Prancis dan mengantar Lionel Messi meraih trofi yang selama ini diimpikannya.

Untuk Piala Dunia 2026, EA Sports kembali menjadikan Spanyol sebagai kandidat terkuat peraih gelar juara. Prediksi tersebut semakin menjadi sorotan setelah performa La Roja dinilai konsisten sepanjang fase gugur. Spanyol membuka langkah di babak 32 besar dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Austria.

Pada babak 16 besar, tim asuhan Luis de la Fuente juga berhasil menyingkirkan Portugal dengan skor 1-0 melalui gol Mikel Oyarzabal pada masa injury time. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia. Selanjutnya, Spanyol dijadwalkan menghadapi Belgia pada babak perempat final.

Bagaimana Cara EA Sports Membuat Prediksi?

Prediksi EA Sports tidak dibuat secara acak atau berdasarkan tebakan semata. Sistem simulasi memanfaatkan basis data ribuan pemain profesional yang memuat berbagai atribut, seperti kecepatan, akurasi umpan, kemampuan mencetak gol, kecerdasan taktik, hingga kondisi fisik.

Seluruh data tersebut kemudian dipadukan dengan kekuatan skuad, performa tim, dan gaya bermain masing-masing negara. Setelah itu, sistem menjalankan ribuan simulasi pertandingan menggunakan algoritme yang sama dengan mesin pertandingan di dalam gim.
 

Meski memiliki rekam jejak yang impresif, hasil simulasi EA Sports tetap bukan kepastian. Sepak bola selalu menghadirkan faktor-faktor yang sulit diprediksi, mulai dari cedera pemain, kartu merah, perubahan strategi pelatih, hingga tekanan psikologis di pertandingan besar. Namun, catatan empat prediksi juara Piala Dunia yang seluruhnya terbukti benar membuat simulasi EA Sports tetap menjadi salah satu acuan yang paling dinantikan menjelang turnamen.

Nah, apakah Spanyol benar-benar akan mengangkat trofi Piala Dunia 2026 dan membuat prediksi EA Sports kembali tepat untuk kelima kalinya secara beruntun? Jawabannya baru akan terungkap ketika turnamen mencapai partai final. Selama peluit akhir belum berbunyi, segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Odetta Aisha Amrullah)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X