.,
Vania Liu • 18 January 2026 15:37
Di Jakarta Utara, banjir melanda sejumlah wilayah akibat hujan pada Minggu, 18 Januari 2026, dengan ketinggian air antara 50 hingga 90 sentimeter (cm). Salah satu titik banjir berada di Jalan Pluit Selatan Raya, Penjaringan, yang menimbulkan kemacetan panjang.
Banyak sepeda motor mogok karena memaksa menerobos genangan air. Bahkan bus TransJakarta harus menunggu air surut demi mencegah mesin mati di tengah jalan. Seorang pesepeda mengaku harus menenteng sepedanya karena khawatir terdapat lubang yang tertutup air.
Sementara itu, banjir di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, menyebabkan arus lalu lintas terhenti karena kendaraan tidak dapat melintas akibat air mencapai 60 cm. Untuk mengurai kemacetan, petugas Jalan Tol Wiyoto Wiyono membuka akses jalan tol bagi pengendara motor dari arah Cempaka Putih menuju Tanjung Priok. Genangan air sepanjang dua kilometer menyebabkan banyak kendaraan mogok setelah memaksakan diri menerobos banjir.
Di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, banjir juga mengganggu aktivitas warga. Ketinggian air di Jalan Boulevard cukup tinggi sehingga kendaraan tidak bisa melaju dengan cepat. Namun, genangan hanya terjadi di satu sisi jalan, sedangkan sisi lainnya tidak tergenang sama sekali. Kondisi ini diduga akibat perbedaan elevasi permukaan jalan.
Sejumlah titik di Kelapa Gading disebut patut dihindari karena genangan tinggi. “Banjir ini dari semalam ya, dari sekitar hujan pukul 03.00 WIB. Itu sampai pagi enggak berhenti. Dari bunderan sana sampai ke sini memang sering banjir kalau hujan lama. Ini daerah-daerah sini, Kelapa Gading Timur RW 11. Untuk bantuan, saat ini belum ada. Paling mobil-mobil truk pengangkut buat yang berangkat kerja karena banyak yang kena banjir, jadi diangkut pakai truk dari dinas tata air,” ujar seorang petugas keamanan, Yudi.
Hingga kini, belum terlihat adanya upaya penyedotan air dari dinas terkait untuk menurunkan volume genangan di Kelapa Gading.