Banjir Meluas, KAI Daop 3 Cirebon Rekayasa Pola Operasi

Jalur kereta api terendam banjir. Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan

Banjir Meluas, KAI Daop 3 Cirebon Rekayasa Pola Operasi

Ahmad Rofahan • 18 January 2026 15:20

Cirebon: Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Pantura dan Jakarta berdampak serius terhadap operasional kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terpaksa melakukan rekayasa pola operasi serta membatalkan puluhan perjalanan akibat banjir yang meluas di sejumlah titik lintasan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama perusahaan. KAI pun melakukan pemantauan intensif dan pemeriksaan teknis secara menyeluruh di lokasi terdampak.

“Seiring bertambahnya titik banjir dan meningkatnya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi, mulai dari pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan kereta api demi menghindari risiko keselamatan,” ujar Muhibbuddin di Cirebon, Minggu, 18 Januari 2025.
 


Akibat kondisi tersebut, sebanyak 28 perjalanan kereta api yang melintas wilayah Daop 3 Cirebon dibatalkan hingga pukul 08.00 WIB. Kereta api yang dibatalkan meliputi KA kelas eksekutif, bisnis, hingga ekonomi, seperti Argo Bromo Anggrek, Argo Sindoro, Argo Muria, Brantas, Menoreh, Tegal Bahari, hingga Sembrani Tambahan.

KAI Daop 3 Cirebon mencatat, genangan air tidak hanya terjadi di wilayah Daop 4 Semarang, namun juga meluas ke wilayah Daop 1 Jakarta. Beberapa lokasi terdampak di antaranya petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, serta kawasan Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Gudang, Jakarta Kota, hingga lintas Jakarta Kota–Tanjung Priok.

Genangan air di petak Pekalongan–Sragi kembali meningkat akibat hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini membuat sebagian jalur belum dapat dilalui secara aman dan berdampak langsung pada kelancaran perjalanan kereta api jarak jauh maupun menengah.

Selain pembatalan, sejumlah kereta api juga diberlakukan pola operasi memutar melalui jalur alternatif seperti Semarang–Solo–Kroya–Cirebon dan Tegal–Prupuk–Kroya guna menghindari lintasan yang tergenang air. Rekayasa ini berdampak pada waktu tempuh perjalanan yang lebih panjang dari jadwal normal.

KAI terus mengerahkan petugas sarana dan prasarana untuk untuk menormalisasi lintasan dan memperkuat badan jalan rel. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mempercepat penanganan dampak banjir di sekitar jalur rel.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian pelanggan di tengah kondisi cuaca ekstrem ini,” kata Muhibbuddin.


Jalur kereta api terendam banjir. Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan


Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket 100 persen bagi perjalanan yang dibatalkan maupun terdampak rekayasa pola operasi. Pengajuan pengembalian dapat dilakukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan melalui loket stasiun maupun Contact Center 121, termasuk layanan call dan VOIP pada aplikasi Access by KAI.

KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala. Pihaknya berkomitmen menjaga keselamatan serta pelayanan terbaik bagi pelanggan di tengah situasi darurat ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)