Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan langkah cepat penanganan infrastruktur pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 26 Agustus 2026. Penanganan darurat difokuskan pada pemulihan jaringan jalan, jembatan, pasokan air bersih, serta perbaikan gedung fasilitas publik yang terdampak bencana.
Dalam laporannya, Menteri PU menjelaskan bahwa seluruh jalan nasional dan jembatan nasional yang sempat terdampak longsor telah berhasil dibuka dan berfungsi normal kembali pada hari kedua setelah bencana. Kerusakan pada jalan nasional secara umum dilaporkan tidak parah, dengan kendala utama berupa timbunan longsor akibat kondisi bukit-bukit yang sebagian besar sudah gundul. Guna mengantisipasi longsor susulan karena getaran gempa yang masih terus terjadi, pemerintah menyiagakan ekskavator di 143 titik rawan longsor agar mobilitas warga tetap berjalan lancar.
"Kerusakan rata-rata tidak parah, hanya longsor, Pak, karena kan bukit-bukit itu sebagian besar sudah gundul, Pak. Jadi begitu ada getaran sampai 7 skala Richter, kemudian longsor semua," ujar Dody dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain akses jalan nasional, Kementerian PU memprioritaskan perbaikan dua jembatan di Kabupaten Manggarai, yang terdiri dari satu jembatan nasional dan satu jembatan provinsi. Salah satu jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi transportasi bahan bakar minyak (BBM) yang menghubungkan Pelabuhan Reo ke arah Ruteng dan Ende.
Melalui pengerjaan siang dan malam, jembatan tersebut sudah fungsional pada hari kedua dan aman dilalui kendaraan setelah lolos uji beban hingga 20 ton. Setelah jalan dan jembatan nasional rampung, fokus penanganan kini mulai diarahkan pada jalan-jalan kabupaten dan provinsi yang sebelumnya belum teraspal dan tertimbun longsor.
"Alhamdulillah jembatan sudah bisa fungsional. Memang harus dilewati satu per satu, karena jembatannya sampai detik ini pun masih belum terlalu fungsional. Tapi kita sudah coba tes sampai dengan BBM 20 ton, alhamdulillah masih bisa tidak goyang lagi, jembatan ini," jelas Dody.
Penanganan air bersih
Krisis Air Bersih dan Pemulihan Fasilitas Umum Gempa bumi juga menyebabkan kerusakan pada hampir seluruh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah terdampak akibat sungai-sungai yang tertimbun longsor, sehingga debit sumber air berkurang drastis. Untuk mengatasi krisis air bersih, Kementerian PU mengirimkan bantuan mobil tangki air serta toilet portabel ke seluruh kabupaten yang terdampak, sembari melakukan verifikasi dan perbaikan sistem secara bertahap.
"Sumber airnya itu berkurang banyak. Tapi kita sudah mulai pelan-pelan verifikasi dan perbaiki. Sementara waktu kite banyak kirimkan hidran-hidran umum, mobil tangki air, dan toilet-toilet portabel di seluruh kabupaten yang terdampak," ungkap Dody.
Fasilitas perkantoran di tujuh kabupaten terdampak turut mengalami kerusakan, khususnya kantor bupati dan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (
BPBD). Gedung yang mengalami kerusakan struktur parah dikategorikan dalam zona merah dan direncanakan untuk diperkuat atau dirobohkan untuk dibangun ulang. Sementara itu, asrama prajurit yang terdampak akan direnovasi dengan cepat agar para prajurit tidak perlu lagi tidur di dalam tenda darurat.
Perhatian Ekstra untuk Pulau Palue Secara khusus, pemerintah memberikan perhatian ekstra terhadap Pulau Palue di Kabupaten Sikka yang lokasinya dinilai cukup tertinggal. Akses jalan di pulau gunung berapi tersebut sempat terhambat oleh 10 titik longsor, namun seluruhnya telah berhasil dibuka pada hari kedua. Infrastruktur jalan di pulau tersebut, yang dilaporkan tidak mendapatkan pemeliharaan (preservasi) selama hampir 20 tahun, kini akan segera diperbaiki. Selain jalan, dua gereja besar di Pulau Palue yang mengalami kerusakan struktur cukup parah juga direncanakan untuk dirobohkan karena kerusakan struktur.
"Tadi disampaikan oleh Pak Kepala BNPB memang kita mungkin wajib memberikan ekstra perhatian kepada Pulau Palue. Karena pulau ini agak tertinggal," kata Dody.
Masalah pemenuhan kebutuhan air bersih yang menjadi persoalan mendasar di Pulau Palue juga turut ditangani. Gempa bumi menyebabkan hampir seluruh bak penampung air hujan di pulau tersebut mengalami kebocoran. Kementerian PU telah bersepakat dengan pemerintah daerah setempat untuk segera memperbaiki bak-bak penampungan tersebut sebelum memasuki musim hujan. Di samping itu, Kementerian PU berencana menggunakan teknologi reverse osmosis dari
BRIN agar air laut dapat diolah menjadi air bersih guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Pulau Palue secara berkelanjutan.
"Saya juga sudah telepon Kepala BRIN, izin akan mencoba teknologi
reverse osmosis, yang air laut bisa menjadi air tawar distribusi airnya ke para masyarakat oleh Cipta Karya," pungkasnya Dody.