Indonesia Teken MoU Ekspor 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia

1 September 2026 21:50

Pemerintah Indonesia baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Malaysia untuk mengekspor 1.000 ton beras premium. Kesepakatan perdana ini sekaligus membuka potensi ekspor yang lebih masif hingga 200.000 ton beras ke negeri jiran tersebut, dengan nilai keekonomian mencapai Rp3,4 triliun.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyambut langkah ini sebagai sebuah perkembangan yang sangat positif bagi sektor pangan nasional.
 



Menurut Qodari, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa produksi pangan domestik semakin kuat dan tangguh. Kondisi ini membuat Indonesia mulai memiliki ruang yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri secara terukur dan strategis.

Kebutuhan Domestik Tetap Prioritas

Meski telah membuka keran ekspor, pemerintah memberikan jaminan penuh bahwa pengiriman beras ke Malaysia ini tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Tanah Air.

"Pemerintah memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat domestik. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," tegas Qodari dikutip dari Prioritas Indonesia, Metro TV, Selasa 1 September 2026. 

Keyakinan pemerintah ini didukung oleh ketersediaan cadangan pangan yang melimpah. Qodari mengungkapkan bahwa stok beras Indonesia saat ini mencapai angka sekitar 5,2 juta ton. Dengan volume ketersediaan tersebut, cadangan beras nasional dipastikan dalam posisi sangat aman untuk menopang kebutuhan masyarakat setidaknya hingga bulan Mei 2027 mendatang.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X