Ilustrasi. Foto: Dok MI
Produksi Beras Agustus-Oktober 2026 Diprediksi Capai 9,33 Juta Ton
Eko Nordiansyah • 1 September 2026 15:00
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan potensi produksi beras pada periode Agustus-Oktober 2026 mencapai 9,33 juta ton atau mengalami penurunan tipis 0,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa potensi luas panen padi pada periode tersebut diperkirakan mencapai 3,07 juta hektare atau turun 1,29 persen dibandingkan periode Agustus-Oktober 2025.
"Proyeksi itu sejalan dengan perkiraan produksi padi yang mencapai 16,18 juta ton gabah kering giling (GKG)," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 1 September 2026.
Sementara itu, realisasi luas panen padi pada Juli 2026 tercatat mencapai 0,93 juta hektare atau turun 1,05 persen dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 0,94 juta hektare.
Seiring dengan penurunan luas panen tersebut, produksi padi pada Juli 2026 diperkirakan mencapai 4,75 juta ton GKG, turun 1,00 persen dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 4,80 juta ton GKG.
Adapun produksi beras pada Juli 2026 tercatat mencapai 2,74 juta ton, atau turun 0,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, secara kumulatif, realisasi luas panen padi sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 7,24 juta hektare yang meningkat 0,57 persen dibandingkan periode Januari-Juli 2025.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Produksi jagung naik
Selain beras, BPS juga mencatat perkembangan produksi jagung, dengan realisasi luas panen pada Juli 2026 mencapai 0,23 juta hektare atau turun 6,06 persen dibandingkan Juli 2025.Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada Juli 2026 diperkirakan mencapai 1,38 juta ton, turun 6,33 persen dibandingkan Juli tahun lalu.
Meski demikian, secara kumulatif produksi JPK KA 14 persen selama Januari-Juli 2026 mencapai 10,08 juta ton, meningkat 0,45 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sebelumnya, BPS mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19 atau meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,14 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,09 persen.
BPS juga mencatat rata-rata harga beras pada Agustus 2026 mengalami kenaikan di seluruh tingkatan. Secara bulanan, harga beras di tingkat penggilingan meningkat 1,32 persen, tingkat grosir naik 0,80 persen, dan tingkat eceran naik 0,42 persen.