6 March 2026 01:24
PGRI Kabupaten Flores Timur membuka ruang tatap muka untuk menjaring aspirasi guru honorer se-Kabupaten Flores Timur, di Aula La Mennais,Larantuka. Forum kegiatan ini, menjadi wadah penyampaian keluhan sekaligus penegasan komitmen organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan guru non-ASN.
Dalam pertemuan yang dihadiri lebih dari 500 peserta dari jenjang guru TK, PAUD, Kober, SD, SMP, SMA/SMK hingga satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama itu, berbagai persoalan krusial mengemuka. Guru honorer menyampaikan kondisi penghasilan yang tidak menentu lantaran status kepegawaian, hingga tertutupnya peluang mengikuti seleksi PPPK akibat berbagai regulasi.
Sejumlah peserta juga mengeluhkan moratorium CPNS serta dampak efisiensi dana desa yang berimbas pada menurunnya pendapatan guru TKK. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang hidup guru honorer yang selama ini mengandalkan honor sekolah sebagai sumber penghasilan utama.
Persoalan lain yang mencuat yakni guru honorer penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang bekerja penuh waktu namun tidak lagi menerima gaji karena ketentuan juknis BOS tidak mengakomodasi pembayaran honor. Akibatnya, mereka hanya bertahan dari tunjangan profesi yang nilainya dinilai belum mencukupi kebutuhan hidup layak.
| Baca juga: Cek Rincian Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN 2026, TPG dan Insentif Ikut Naik |