Teheran Tetap Tenang di Tengah Agresi, Pasar Ramai dan Ekonomi Stabil

2 April 2026 21:30

Di tengah kecamuk konflik dan eskalasi serangan udara oleh pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel, situasi di ibu kota Iran, Teheran, terpantau relatif kondusif. Memasuki bulan pertama masa agresi, aktivitas warga di sejumlah titik vital kota masih berjalan normal tanpa menunjukkan tanda-tanda kepanikan atau kelumpuhan ekonomi.

Reporter Metro TV, Ismail Amin, melaporkan langsung dari pusat keramaian di Pasar Tajrish, salah satu ikon perdagangan di Teheran. Ia mencatat bahwa masyarakat setempat tetap memenuhi pasar untuk berbelanja kebutuhan pokok sebagaimana hari-hari biasa.

Meskipun tekanan militer terus membayangi, kondisi ekonomi mikro di pasar-pasar tradisional Teheran tidak menunjukkan tanda-tanda krisis. Ketersediaan barang terpantau mencukupi dan harga kebutuhan pokok relatif stabil.
 

Baca juga:
Iran Tolak Gencatan Senjata AS: Agresi Harus Berakhir Total

"Masyarakat Iran saat ini masih memenuhi pasar, masih berbelanja sebagaimana biasa tanpa ada rasa kekhawatiran dan ketakutan. Ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki daya beli dan kebutuhan di pasar masih tersedia. Perang ini tidak begitu berpengaruh terhadap ekonomi mereka," lapor Ismail Amin dikutip dari Primetime News, Metro TV, Kamis 2 April 2026. 

Fenomena ini terbilang unik, mengingat beberapa negara yang tidak terlibat langsung dalam perang justru sering kali mengalami lonjakan harga pangan yang tinggi akibat dampak rantai pasok global.

Memantau dari salah satu titik ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut, pemandangan kota Teheran pada malam hari masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang normal. Lampu-lampu kota tetap menyala terang dan arus lalu lintas di jalan-jalan protokol terpantau lancar.

Pernyataan ini sekaligus membantah berbagai klaim media internasional yang menyebut bahwa Teheran telah lumpuh total atau rata dengan tanah akibat serangan udara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)