Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau terus bergerak menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kali ini, tim ekspedisi tiba di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk menjalankan misi kebangsaan, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.
Dipimpin oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Riau, Kombes Pol Andi Yul, kapal ekspedisi menyisir perairan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Setibanya di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, tim menggelar kegiatan penanaman 2.100 bibit mangrove. Aksi peduli lingkungan ini turut diikuti oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, tokoh masyarakat, serta pelajar setempat.
Kombes Pol Andi Yul menjelaskan bahwa Pulau Rangsang merupakan kawasan terluar yang rentan dan telah mengalami kerusakan akibat abrasi gelombang laut sejak 1992.
"Kegiatan penanaman 2.100 pohon mangrove ini merupakan implementasi dari program Green Policing gagasan Bapak Kapolda Riau. Ini adalah wujud kecintaan kita dalam menjaga Tanah Air serta melestarikan lingkungan," ujar Andi Yul dikutip dari
Metro Siang, Metro TV, Minggu 9 Agustus 2026.
Pengibaran Bendera dan Bakti Sosial
Selain aksi penghijauan, Ekspedisi Merah Putih Presisi juga diwarnai dengan upacara pengibaran bendera yang berlangsung khidmat bersama para pemuda dan pelajar. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semarak menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Polda Riau turut menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat pesisir. Bantuan tersebut meliputi 110 paket sembako, 20 mesin perahu untuk nelayan, dan pembagian 300 lembar bendera merah putih.
Dukungan operasional juga diberikan berupa penyerahan satu unit sepeda motor untuk petugas Bhabinkamtibmas, 81 helai kaus bagi relawan Masyarakat Peduli Api yang bertugas menangani karhutla, serta penyediaan layanan kesehatan gratis bagi warga.
Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan inisiatif Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Kegiatan komprehensif ini dilaksanakan secara maraton di 12 kabupaten dan kota mulai 30 Juli hingga 17 Agustus 2026.