12 August 2026 16:55
Proses ekshumasi atau pembongkaran makam almarhum Sutrimo telah rampung dilaksanakan oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI). Selama 3,5 jam, tim ahli bekerja untuk mencari bukti ilmiah guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Ketua PDFMI, Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti, memastikan bahwa jenazah yang diperiksa adalah benar Sutrimo. Hal ini teridentifikasi melalui data antemortem yang diberikan keluarga, yakni tidak adanya jempol pada kaki kiri serta adanya bekas luka operasi kecil di bahu kanan.
"Kita bisa identifikasi kalau data atau ciri jenazah yang kita periksa adalah almarhum Sutrimo berdasarkan dari ciri jari kaki kiri yang jempol yang tidak ada, juga bekas luka yang menurut keluarga sudah pernah diambil luka di bahu kanan karena bekas sikatriks ya, ada luka di sana bekas operasi kecil," ujar Sumy dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 12 Agustus 2026.
Selain itu, Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Dr. dr. Ahmad Yudianto, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan visual pada bagian luar dan dalam jenazah, tim tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tumpul maupun senjata tajam.
"Secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam," ujar dr. Ahmad.
Namun, pemeriksaan tidak berhenti di situ. Karena kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan lanjut setelah dikubur selama hampir tiga minggu. Tim memerlukan analisis laboratorium yang lebih mendalam.