Jelang berakhirnya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Selat Hormuz terlihat aman dengan kapal-kapal tanker dan kargo yang mengikuti aturan Iran dan IRGC dapat melintasinya tanpa hambatan.
Meskipun AS masih memblokade, terlihat kapal-kapal tanker dan kargo yang mengikuti aturan Iran dan IRGC aman melintasi Hormuz dengan aman.
Dengan rute termasuk melalui Teluk Persia melewati antara Larak dan Qeshm serta rute keluar ditentukan di selatan Larak. Ini merupakan rute aman bagi lalu lintas kapal dan lintasan melalui izin dari Republik Islam Iran dan IRGC.
Dikutip dari tayangan
Zona Bisnis Metro TV, Rabu 22 April 2026, Jurnalis Tasnim News yang berada di Selat Hormuz melaporkan Republik Islam Iran telah membuktikan kunci dari jalur vital energi dunia ini hanya berada di tangan Iran, bukan di tangan Gedung Putih ataupun Trump.
Sebelumnya AS membajak kapal kargo Touska berbendera Iran yang memiliki izin melintasi Selat Hormuz. Pembajakan yang dilakukan AS terjadi di Laut Arab bagian utara dekat Selat Hormuz. Amerika Serikat menyita kapal dan menggeledah muatan kapal.
Komando Pusat AS mengklaim telah memberikan peringatan berulang selama periode enam jam. Kapal kargo Touska tetap melintas menuju Selat Hormuz karena kapal berbendera Iran tersebut memiliki izin dari
IRGC dan Iran untuk memasuki Selat Hormuz.