Aceh Tamiang: Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Polri terus melakukan upaya percepatan pemulihan. Salah satunya dengan membangun ratusan sumur bor yang tersebar di berbagai wilayah terdampak, guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat pasca bencana.
Pasca banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan air bersih menjadi persoalan utama warga. Sumur-sumur warga tercemar lumpur, sementara pasokan air bersih sangat terbatas.
Untuk menjawab kondisi tersebut, Polri membangun ratusan sumur bor di wilayah terdampak banjir, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Sebanyak tiga ratus titik sumur bor direncanakan dibangun dan tersebar di dua ratus enam belas desa pada dua belas kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan sumur bor dilakukan di berbagai lokasi strategis, mulai dari permukiman warga, masjid, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga lokasi pengungsian, agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Salah satunya seperti pembangunan sumur bor yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Sumur bor ini diharapkan mampu menyuplai kebutuhan air bersih rumah sakit, terutama untuk mendukung pelayanan dan perawatan pasien.
Sudah bangun 60 titik sumur bor
Hingga kini Polri telah berhasil membangun enam puluh titik sumur bor. Proses pembangunan terus dikebut untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Selain fasilitas umum, pembangunan sumur bor juga dilakukan di pemukiman masyarakat, seperti yang dibangun di Dusun Subur, Kampung Durian Aceh Tamiang ini.
Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya sumur bor ini yang dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari hari seperti untuk memasak, mencuci dan mandi.
Melalui program pembangunan sumur bor ini, Polri berharap kebutuhan air bersih masyarakat Aceh Tamiang dapat segera terpenuhi, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pasca bencana. (Metro Tv/Fahmi Reza)