20 August 2026 12:30
Sikka: Pengungsi gempa bumi di Lapangan Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi ini dipicu lingkungan pengungsian yang dipenuhi debu.
Petugas kesehatan menyebut mayoritas keluhan warga berupa batuk, pilek, dan ISPA. Kondisi tersebut tidak terlepas dari banyaknya debu di sekitar area tenda pengungsian.
Sani, salah satu pengungsi, misalnya. Dia telah mengalami batuk, pilek, dan demam selama tiga hari. Ia bahkan telah dua kali memeriksakan kondisinya dan mendapatkan obat.
Salah satu pengungsi, Sani, mengaku telah mengalami batuk, pilek, dan demam selama tiga hari. Ia bahkan telah dua kali memeriksakan kondisinya dan mendapatkan obat.
“Sudah dua kali dengan ini. Kemarin juga tidak mempan obatnya,” ujarnya dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis 20 Agustus 2026.
Posko pelayanan kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di lokasi pengungsian mulai ramai didatangi warga. Hingga pagi hari, sekitar 20 pengungsi telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Selain menangani keluhan fisik, tenaga kesehatan juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis pengungsi. Tim dari klaster kesehatan jiwa melakukan trauma healing untuk membantu mengurangi kecemasan dan beban psikologis warga, terutama anak-anak.
Sebanyak 1.280 warga masih bertahan di Lapangan Gelora Samador. Mayoritas merupakan warga desa pesisir yang memilih mengungsi karena gempa susulan masih terus terjadi.