20 August 2026 12:22
Nagekeo: Sejumlah warga di wilayah Pesisir Selatan masih bertahan di sebuah pondok bambu berukuran sekitar 6 x 6 meter usai gempa bumi mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Mereka mencoba bertahan hidup di tengah keterbatasan.
Di Kampung Lokawolo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, misalnya. Sekitar 40 warga mengungsi di pondok bumbu kecil tersebut untuk bertahan hidup. Warga menyiapkan makanan seadanya setiap pagi.
Bukan nasi dan lauk-pauk, melainkan ubi dan pisang yang tersisa di sekitar kampung. Makanan sederhana itu menjadi penyambung hidup mereka di tengah ketakutan akan gempa susulan dan terputusnya akses jalan akibat longsor.
"Jadi selama 4 hari ini, belum pernah ada yang membantu kami. Selama empat hari ini, kami masih konsumsi dengan makanan tradisi kami, seperti pisang dan ubi-ubian," kata Hermina Ugha, salah seorang warga Lokawolo, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 20 Agustus 2026.