NTT: Pemerintah Republik Indonesia bergerak cepat dalam menangani dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyiapkan dua posko utama sebagai titik pusat pengumpulan dan pengiriman bantuan. Dua posko strategis tersebut ditempatkan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Maumere, Kabupaten Sikka.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa pembagian dua titik posko ini bertujuan untuk mengoptimalkan jangkauan bantuan ke sejumlah kabupaten yang terdampak.
"Posko di Labuan Bajo akan menjadi pusat koordinasi untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Sementara posko di Maumere akan melayani wilayah Sikka, Nagekeo, dan Ngada," ujar Suharyanto dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 20 Agustus 2026.
Letjen TNI Suharyanto menyatakan akan memimpin langsung operasional di posko utama Labuan Bajo. Dari titik ini, logistik akan dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Ngada. Sedangkan posko di Maumere difokuskan untuk menyuplai kebutuhan warga di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Mengingat tantangan geografis NTT yang terdiri dari perbukitan dan kepulauan, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada secara maksimal melalui tiga jalur transportasi utama. Jalur udara diperkuat dengan kesiagaan 11 pesawat, di mana enam armada dipusatkan di Labuan Bajo dan lima lainnya di Maumere, serta dilengkapi helikopter khusus untuk evakuasi medis darurat.
Sementara itu, mobilisasi truk logistik dikerahkan melalui jalur darat untuk menjangkau titik-titik penyaluran utama di daratan Flores. Terakhir, untuk menembus wilayah kepulauan dan daerah terisolasi seperti Pulau Palue, pemerintah mengoperasikan armada Kapal Pelni dan Kapal Feri sebagai tulang punggung pengiriman logistik melalui jalur laut.