Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggaran Timur (NTT). Total bantuan yang diberangkatkan mencapai Rp5.853,728,500.
Kepala BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan bantuan yang dikirimkan senilai Rp5,8 miliar tersebut akan berupa bantuan pangan dan non-pangan. Di antaranya berupa makanan siap saji, air, kebutuhan keluarga, dan terpal.
“Bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta berupa bantuan pangan siap saji, seperti biskuit dan air mineral. Sedangkan bantuan nonpangan, yakni berupa kasur lipat, bantal, selimut, kebutuhan keluarga, perlengkapan anak, terpal, dan karung,” kata Kepala BPD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Selain bantuan dari
BPBD, Marulitua menyampaikan bahwa Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta turut mengirim bantuan berupa bantuan pangan, yaitu air mineral dan paket makanan untuk anak. Ia menambahkan, sementara untuk bantuan nonpangan, yakni berupa terpal atau tenda gulung.
Bantuan juga dikirimkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berupa bantuan nonpangan yakni infus NaCl, infus RL, infus D40%, dan betadine 15 mililiter. Sementara itu, bantuan dari Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta yakni bantuan pangan yang meliputi sarden, kornet, biskuit bayi, bubur bayi, bubur instan, mi instan, dan rendang.
Bantuan lainnya berasal dari Perumda PAM Jaya, yaitu 200 toren air. Selain bantuan dalam bentuk pangan dan nonpangan, juga diberikan bantuan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1.110.000.000 yang merupakan sumbangan dari BUMD dan OPD Provinsi DKI Jakarta.
“Bantuan terakhir diberikan dalam bentuk pengiriman Mobil WTP senilai 2,5 miliar,” kata Marilutua.
Bentuk empati dan rasa kemanusiaan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan rasa kemanusiaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap warga terdampak gempa di NTT.
“Tentunya, Pemerintah DKI Jakarta berharap bahwa bantuan ini jangan dilihat dari nilainya, tetapi adalah bagaimana kita merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini sebagai bagian dari empati, kebersamaan, kemanusiaan, ikut merasakan dari Pemerintah DKI Jakarta dan masyarakat yang ada di Jakarta,” kata Pramono, di Balai Kota, Rabu, 19 Agustus. (Arini Noviawati Gunawan)