Pati Dikepung Banjir, 50 Desa di 7 Kecamatan Masih Tergenang

28 January 2026 21:53

Banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali terendam banjir setelah sempat surut selama dua hari terakhir. Hingga Rabu 28 Januari 2026, tercatat 50 desa di tujuh kecamatan masih terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter.

Tujuh kecamatan yang terdampak banjir tersebut antara lain Kecamatan Juwana, Kecamatan Jakenan, dan Kecamatan Gabus, yang menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Di Kecamatan Juwana, tepatnya di  Desa Doropayung, genangan air di sejumlah akses jalan mencapai 70 sentimeter, sementara beberapa rumah warga sudah terendam hingga terpaksa ditinggalkan pemiliknya.

Banjir kembali naik setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pati sejak semalam hingga pagi hari. Kondisi tersebut menyebabkan debit air Sungai Juwana meningkat hingga meluap ke permukiman warga.

Warga setempat mengaku banjir seperti ini kerap terjadi setiap tahun. Mereka pun mengeluhkan belum adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang berulang.

“Setiap tahun pasti kebanjiran. Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah supaya tidak terus-terusan begini,” ujar salah seorang warga.
 

Baca juga: Banjir Pati Belum Surut, Pemkab Siapkan Normalisasi Sungai dan Bangun Sodetan

Sungai Juwana sendiri merupakan salah satu sungai terbesar di Kabupaten Pati dengan panjang mencapai 60 kilometer. Tingginya curah hujan, ditambah limpasan air dari Pegunungan Muria dan Pegunungan Kendeng, membuat sungai tidak mampu menampung debit air yang masuk.

Selain faktor alam, endapan lumpur dan tumpukan sampah di aliran Sungai Juwana turut memperparah kondisi, sehingga air mudah meluap dan menggenangi permukiman warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan banjir. Dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan pengerukan Sungai Juwana serta pembersihan sampah yang menyumbat aliran air, khususnya di sekitar jembatan.

Tak hanya itu, Pemkab Pati juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah pusat merencanakan pembangunan kali sodetan sebagai solusi jangka panjang. Kali sodetan tersebut akan dibangun dari Desa Sinoman hingga Kecamatan Wedarijaksa dengan panjang sekitar 11 kilometer dan lebar 9–10 meter.

Pembangunan kali sodetan ini diharapkan mampu membagi aliran air Sungai Juwana sehingga debit air dapat mengalir lebih lancar menuju laut dan mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman warga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)