Dihajar Rudal Iran, Tel Aviv Berantakan

26 March 2026 00:39

Iran kembali meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke wilayah pendudukan Tel Aviv pada Rabu, 25 Maret 2026. Serangan yang terdiri dari beberapa gelombang rudal dan drone ini dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome serta David's Sling, menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah bangunan strategis yang menjadi markas pusat militer rezim zionis.

Situasi di Tel Aviv mencekam dengan sirine peringatan yang terus berbunyi di sepanjang kota. Meskipun pihak berwenang di wilayah pendudukan melakukan sensor ketat terhadap informasi dampak kerusakan, laporan lapangan menunjukkan bahwa intensitas serangan kali ini melampaui kemampuan intersepsi pertahanan udara mereka.

Akibat gempuran bertubi-tubi ini, gelombang eksodus besar-besaran dilaporkan terjadi di Bandara Ben Gurion, di mana para pemukim zionis berbondong-bondong melarikan diri untuk kembali ke negara asal mereka masing-masing.
 

Baca juga:
Kuwait Pangkas Produksi Minyak akibat Gangguan Selat Hormuz

Dalam operasi terbaru, Iran mengumumkan keberhasilan Gelombang ke-80 dengan sandi 'Ya Shadid Al-Quwa'. Operasi ini secara khusus didedikasikan bagi Mohammad Dalvan, seorang sopir truk yang gugur, serta para pejuang logistik di Lebanon.

Target serangan gelombang ini mencakup titik-titik vital seperti komando militer di Kota Safat, kawasan Bnei Brak, Kiryat Shmona, hingga menjangkau pangkalan militer Amerika Serikat di Ali Al Salem, Arifjan, Al Zarqa, dan Sheikh Isa.

Sebelumnya, Gelombang ke-79 bersandi 'Ya Khayr Al-Fatihin' juga telah diluncurkan sebagai penghormatan bagi Helma, balita berusia 18 bulan yang gugur akibat serangan penjajah. Serangan ini menggunakan rudal balistik canggih jenis Kheibar Shekan, Emad, hingga Sijjil yang berhasil menghantam fasilitas penerima satelit militer, pangkalan di Ramat Gan dan Naqab, serta pusat manajemen militer di Beer Al Sabi. Iran menegaskan bahwa rangkaian operasi ini merupakan respons sah atas agresi brutal terhadap kedaulatan wilayah dan rakyat mereka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)