Ilustrasi Anadolu
Kuwait Pangkas Produksi Minyak akibat Gangguan Selat Hormuz
Muhammad Reyhansyah • 25 March 2026 20:50
Kuwait City: Perusahaan Kuwait Petroleum Corporation pada Selasa, 24 Maret 2026 mengumumkan penurunan produksi minyak mentah akibat terganggunya aktivitas pengiriman di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan itu menyebut keputusan tersebut diambil karena jalur pelayaran di perairan strategis itu menjadi sasaran serangan. Situasi ini disebut sebagai “eskalasi serius yang mengancam stabilitas pasar energi global.”
Namun demikian, perusahaan tidak mengungkapkan tingkat produksi terbaru yang sedang berjalan.
Sebelumnya, pada 10 Maret, Kuwait telah menurunkan produksi menjadi sekitar 500.000 barel per hari, jauh di bawah level lebih dari tiga juta barel per hari sebelum pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Gangguan di Selat Hormuz telah berlangsung sejak awal Maret. Jalur ini biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari, sehingga gangguan yang terjadi mendorong kenaikan biaya pengiriman serta harga minyak global.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta sejumlah negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, sekaligus mengganggu pasar global dan sektor penerbangan internasional.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com