Mendikdasmen Soroti Sekolah Negeri Semi Peminat

5 August 2026 08:45

Fenomena menurunnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah negeri kini tengah menjadi sorotan utama pemerintah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyebut bahwa salah satu pemicu utamanya adalah tren keluarga muda, khususnya dari kalangan menengah, yang lebih memilih menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta.

Menurut Abdul Mu'ti, pergeseran preferensi orang tua ini didasari oleh sejumlah pertimbangan strategis. Dua alasan utamanya adalah kuatnya persepsi bahwa mutu pendidikan di sekolah swasta lebih baik, serta faktor lokasi yang dinilai lebih dekat dengan tempat tinggal.
 


Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah sekolah negeri kini mengalami kekurangan murid yang cukup signifikan. Fenomena ini pun secara langsung berdampak pada menurunnya efektivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah yang terdampak.

Siapkan Solusi Komprehensif Bersama Kemendagri

Merespons permasalahan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini tengah merumuskan langkah penanganan secara komprehensif. Mendikdasmen mengaku telah menjalin komunikasi awal dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memetakan jalan keluar terbaik.

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini sangat kompleks dan tidak bisa diakhiri hanya dengan menggabungkan sekolah-sekolah yang minim peminat. Pemerintah juga harus memikirkan dampak sistemik terhadap nasib dan penempatan para tenaga pendidik.

"Karena masalahnya tidak sekadar bagaimana sekolah-sekolah yang muridnya sedikit itu di-merger, tapi terkait dengan tugas guru. Karena kalau sekolahnya di-merger kan otomatis gurunya harus dimutasikan juga," jelas Abdul Mu'ti dikutip dari Headline News, Metro TV, Rabu 5 Agustus 2026. 

Lebih lanjut, pemerintah berkomitmen merancang mekanisme penataan yang terstruktur dan bukan sekadar solusi reaktif sesaat. Hal ini mencakup penataan guru serta pemenuhan kebutuhan layanan pendidikan di daerah secara proporsional.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X