Banjir Kecaman, Meksiko Batal Majukan Libur Sekolah demi Piala Dunia-Dunia Olahraga

Wijokongko • 16 May 2026 12:10

Jakarta: Pemerintah Meksiko akhirnya membatalkan rencana kontroversial untuk meliburkan sekolah lebih awal selama perhelatan Piala Dunia 2026 berlangsung. Keputusan pembatalan ini diambil setelah wacana tersebut memicu gelombang kecaman yang sangat keras dari berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan orang tua murid, akademisi, dan kelompok bisnis.

Tarik ulur kebijakan ini berawal dari pengumuman yang disampaikan oleh otoritas Pendidikan setempat pekan lalu, sebelum akhirnya dimentahkan kembali oleh pihak istana kepresidenan.


Kronologi Wacana Libur Lebih Awal

Keriuhan bermula pada hari Jumat, 8 Mei 2026, ketika Menteri Pendidikan Meksiko, Mario Delgado, mengumumkan sebuah rencana mengejutkan. Ia menyampaikan bahwa tahun ajaran pendidikan 2025/2026 akan dipangkas dan diakhiri 40 hari lebih awal dari kalender akademik yang seharusnya.

Adapun dua alasan utama yang dilontarkan pemerintah saat itu adalah untuk mengantisipasi cuaca buruk akibat gelombang panas ekstrem, sekaligus memberikan ruang bagi kemeriahan Piala Dunia 2026, di mana Meksiko bertindak sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Banjir Kritik dan Protes Keras

Namun, kebijakan tersebut langsung mendapat respons negatif dan penolakan tajam. Kelompok masyarakat sipil, ilmuwan, hingga asosiasi bisnis (Coparmex) menilai keputusan pemerintah sangat terburu-buru dan absurd.

Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi dasar penolakan masyarakat Meksiko atas wacana libur panjang tersebut:
  1. Mengorbankan Hak Belajar: Masyarakat menilai penggunaan alasan ajang olahraga tidak dapat dibenarkan jika harus mengorbankan waktu belajar dari hampir 23 juta siswa di seluruh penjuru negeri.
  2. Skala Turnamen yang Terbatas: Penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia di Meksiko secara faktual hanya dipusatkan di tiga kota besar saja. Sehingga, memberlakukan libur nasional untuk seluruh siswa dianggap sangat tidak masuk akal.
  3. Gangguan Produktivitas Nasional: Asosiasi bisnis memperingatkan bahwa libur sekolah yang tiba-tiba diperpanjang lebih dari sebulan akan merusak jadwal keluarga secara drastis, yang pada akhirnya akan mengganggu produktivitas tenaga kerja nasional karena banyak orang tua harus tinggal di rumah untuk menjaga anak-anak mereka.

Klarifikasi dan Pembatalan oleh Presiden

Merespons polemik yang terus memanas dan memicu keraguan publik, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, akhirnya mengambil sikap tegas pada hari Senin, 11 Mei 2026. Ia memastikan bahwa pernyataan dari Menteri Pendidikan sebelumnya bukanlah sebuah keputusan yang final.

“Belum ada kalender definitif. Penting bagi anak-anak agar tidak kehilangan waktu belajar,” tegas Presiden Sheinbaum dilansir dari France 24.

Wacana tersebut diklarifikasi sebagai usulan yang bermula dari serikat guru dan sekretaris pendidikan di tingkat negara bagian, bukan merupakan inisiatif mutlak dari pemerintah pusat. (Daffa Yazid Fadhlan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)