Hasil Survei: RW Kumuh di Jakarta Turun 52%

7 May 2026 18:32

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima laporan hasil survei RW kumuh dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar. Berdasarkan data terbaru, jumlah RW kumuh di Jakarta berhasil turun dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW saat ini, atau turun sebesar 52,58 persen.

Kepala BPS menjelaskan pendataan RW kumuh kali ini menggunakan metodologi baru berupa kombinasi survei lapangan dan teknologi citra satelit untuk menghasilkan data yang lebih akurat. Kriteria penentuan RW kumuh melibatkan 11 indikator, antara lain kepadatan penduduk dan bangunan, kondisi ventilasi dan pencahayaan, fasilitas buang air besar, cara membuang sampah, keadaan saluran air, jalan lingkungan, hingga penerangan jalan umum.
 

Baca juga: Tersisa 211 RW Kumuh di Jakarta, Pramono: Patut Disyukuri


Pramono menyatakan wilayah yang menjadi prioritas penanganan adalah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melanjutkan kerja sama dengan BPS untuk pendataan Ruang Terbuka Hijau serta verifikasi 1.904 RW lainnya.

"Ada beberapa yang menjadi prioritas RW terutama di daerah-daerah yang padat penduduk. Yang paling banyak adalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Itu yang akan mendapatkan perhatian. Barat paling banyak. Dan itu memang di lapangannya hampir semua RW." kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Kamis, 7 Mei 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)