Pemprov DKI Sulap Jalan Rasuna Said Lebih Ramah Pedestrian

8 May 2026 16:39

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyelesaikan pembongkaran tiang monorel di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan yang mengganggu estetika dan aktivitas warga. Setelah mangkrak selama kurang lebih 22 tahun, kini sebanyak 109 tiang monorel yang berjejer di median jalan telah dipindahkan melalui proses pembongkaran yang menelan anggaran sekitar Rp254 juta dan rampung pada Februari lalu. 

Pembersihan tiang-tiang besi tua ini segera diikuti dengan proyek revitalisasi besar-besaran yang mengusung konsep Complete Street. Proyek penataan kawasan sepanjang 3,6 kilometer ini diperkirakan menelan total anggaran mencapai Rp100 miliar.

Dengan konsep Complete Street, Pemprov DKI berupaya membagi ruang jalan secara adil bagi seluruh pengguna. Badan jalan yang dulunya termakan oleh keberadaan tiang kini telah diaspal ulang untuk memperluas ruang bagi kendaraan motor guna mengurai kemacetan, terutama di jam-jam sibuk.

Transformasi yang paling signifikan terlihat pada penataan trotoar. Jalur pedestrian yang sebelumnya hanya memiliki lebar 2 hingga 3 meter, kini diperlebar secara signifikan menjadi 5 hingga 8 meter. Fasilitas ini dirancang lebih ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas, serta mempermudah akses warga menuju moda transportasi publik seperti Stasiun LRT Jabodebek dan halte TransJakarta.

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari warga yang sering melintas. Eka, salah seorang warga, menyebut kawasan tersebut kini terasa jauh lebih lega dan rapi. 

"Lebih lega sih, Mas, lebih rapi juga kelihatannya, enggak berantakan," ujar Eka dalam tayangan Newsline Metro TV, Jum'at 8 Mei 2026. 



Senada dengan Eka, warga lainnya bernama Santi merasa sangat terbantu karena akses trotoar kini tersedia di kedua sisi jalan, sehingga warga tidak perlu lagi menyeberang hanya untuk mencari jalur pedestrian yang nyaman. 

"Aku lumayan suka sih ya, karena emang mempermudah banget. Sebelumnya itu trotoar cuman ada di sebelah kanan, jadi kita kalau mau jalan kaki dengan nyaman harus nyeberang dulu," kata Santi. 

Dari sisi pengendara motor, Viki menilai perluasan jalan ini efektif memperlancar arus lalu lintas di kawasan "Segitiga Emas" tersebut.

"Untuk pengguna jalan juga, pengendara motor saya kayak saya gini, lebih efektif untuk kelancaran jalan sih," ucap Viki. 

Selain sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, Jalan HR Rasuna Said memiliki peran strategis sebagai cermin wajah Indonesia di mata dunia karena banyaknya kantor kedutaan besar negara sahabat di kawasan tersebut. Ke depannya, koridor ini diharapkan mampu menandingi ikon Jakarta lainnya seperti Jalan Sudirman-Thamrin, bahkan direncanakan akan menjadi lokasi baru pelaksanaan Car Free Day (CFD).

Proyek revitalisasi besar ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 22 Juni 2026. Keberhasilan penataan ini diharapkan menjadi kado istimewa bagi warga Jakarta dalam rangka merayakan hari ulang tahun ibu kota yang ke-499.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)