Makkah: Kepadatan jemaah haji Indonesia di Terminal Ajyad, Makkah, menjadi perhatian serius menjelang puncak ibadah haji. Untuk menjaga keselamatan dan ketertiban jemaah saat menggunakan bus shalawat, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan sistem buka tutup pintu terminal pada jam-jam sibuk.
Sistem tersebut diterapkan terutama setelah salat Isya, Subuh, dan Salat Jumat, ketika arus kepulangan jemaah dari Masjidil Haram mengalami peningkatan signifikan. Kebijakan itu dilakukan guna mencegah penumpukan dan desakan jemaah di area terminal.
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan sistem buka tutup merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami ingin menyampaikan kepada keluarga jemaah haji Indonesia bahwa setiap menjelang kepulangan jemaah haji Indonesia dari Masjidil Haram pada saat salat fardu, terutama salat Isya, salat Subuh, dan salat Jumat, di Terminal Ajyad memang diberlakukan sistem buka tutup pintu,” ujar Syarif.
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya belum terdapat pembatas yang memisahkan koridor
jemaah dengan area bus sehingga arus jemaah kerap tidak teratur dan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Tahun-tahun sebelumnya memang belum ada pagar yang membatasi antara koridor jemaah dengan bus, sehingga jemaah bisa langsung ke bus tetapi kemudian tidak beraturan. Itu membahayakan jemaah,” lanjutnya.
Saat ini, Terminal Ajyad telah dilengkapi koridor khusus pejalan kaki serta pengaturan bus berdasarkan nomor rute. Jemaah baru diperbolehkan naik setelah bus siap diberangkatkan.
Petugas juga akan menutup sementara pintu terminal ketika seluruh kursi bus telah terisi penuh. Penutupan dilakukan untuk memberi waktu bagi bus berikutnya masuk dan ditata secara aman sebelum jemaah kembali diarahkan masuk ke area terminal.
Berdasarkan pemantauan petugas, proses penguraian kepadatan jemaah usai salat Isya berlangsung kurang dari satu jam. Ke depan, PPIH Arab Saudi juga berupaya menambah akses pintu keluar guna memperlancar arus jemaah dan mengurangi penumpukan di satu titik.