Makanan calon jemaah haji (calhaj). Foto: MCH 2026.
Kejar Target, Kemenhaj Amankan Pasokan Konsumsi Jemaah Jelang Puncak Haji
Ficky Ramadhan • 11 May 2026 12:35
Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mematangkan persiapan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia jelang puncak ibadah haji. Pemerintah berkoordinasi dengan para mitra penyedia makanan siap saji atau Ready-to-Eat (RTE) di wilayah kerja Mekah.
"RTE ini menjadi layanan yang sangat penting karena langsung berkaitan dengan kebutuhan konsumsi jemaah pada fase-fase krusial. Karena itu, distribusinya harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026.
Layanan RTE disiapkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah pada fase puncak operasional haji. Khususnya menjelang Armuzna pada 7–8 Dzulhijjah serta setelah fase Armuzna pada 13 Dzulhijjah.
Menurutnya, distribusi seluruh paket RTE ke dapur-dapur layanan ditargetkan rampung paling lambat pada 4 Dzulhijjah. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar layanan konsumsi tetap berjalan lancar pada fase berikutnya.
"Target kita jelas, seluruh RTE sudah harus terdistribusi ke dapur-dapur layanan paling lambat 4 Dzulhijjah. Ini penting agar tidak ada kendala pada fase layanan berikutnya," tegasnya.

Ilustrasi jemaah haji. Dok MI.
Kemenhaj juga menekankan pentingnya sinergi antara penyedia layanan, pengelola dapur, dan mitra logistik dalam memastikan distribusi berjalan tepat waktu dengan tetap menjaga standar kualitas layanan bagi jemaah haji.
Selain itu, pemantauan distribusi RTE akan dilakukan secara berkala guna menjaga konsistensi layanan di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi hambatan operasional sejak dini.