Operasi Modifikasi Cuaca Digencarkan di Sumatra Selatan

29 October 2026 13:58

Operasi modifikasi cuaca (OMC) terus digencarkan di wilayah Sumatra Selatan guna mengantisipasi dan menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Petugas memaksimalkan meningkatnya pertumbuhan awan hujan untuk membasahi area rawan kebakaran, khususnya kawasan lahan gambut.

Dalam operasi ini, tim melakukan penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) ke awan-awan potensial guna memicu percepatan dan peningkatan intensitas curah hujan. Penyemaian diprioritaskan pada wilayah pesisir timur Sumatera Selatan yang memiliki sebaran lahan gambut luas.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, mengungkapkan bahwa tutupan awan hujan terpantau tumbuh cukup masif pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kondisi atmosfer yang mendukung tersebut langsung dimanfaatkan petugas untuk mengoptimalkan hujan buatan.

"Hujan sudah mulai turun di sekitaran Kota Palembang. Dari pantauan per tiga jam, sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, pertumbuhan awan masif terjadi di Sumatra Selatan bagian pesisir timur dan Palembang," ujar Siswanto dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.
 


Ia menambahkan, potensi pembentukan awan hujan diprediksi masih berlangsung hingga malam hari, sehingga proses penyemaian bahan semai terus dilanjutkan.

"Pada rentang pukul 16.00 sampai dengan 22.00 WIB, potensi pertumbuhan awan masih ada. Momentum ini tentu akan terus kita maksimalkan dengan operasi modifikasi cuaca," lanjutnya.

Melalui upaya modifikasi cuaca ini, pemerintah berharap curah hujan dapat membasahi lahan gambut yang kering secara merata, sehingga risiko kebakaran lahan dapat ditekan dan ancaman kabut asap tidak meluas.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X