Dilema Lingkungan di Balik AI, Hemat Air atau Hemat Listrik?-Melek Teknologi

1 October 2026 11:46

Jakarta: Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin masif membutuhkan dukungan infrastruktur pusat data (data center) berskala besar. Proses komputasi yang tinggi menghasilkan panas pada komponen server, sehingga dibutuhkan sistem pendingin yang dapat bekerja secara terus-menerus untuk menjaga suhu tetap stabil.

Namun, sistem pendingin tersebut juga memiliki konsekuensi terhadap lingkungan. Melansir jurnal Nature, berikut dua tantangan utama dalam menjaga stabilitas suhu server AI tanpa meningkatkan dampak lingkungan:

Tingginya Konsumsi Air Bersih

Sistem pendingin berbasis air (evaporative cooling) membutuhkan pasokan air untuk menyerap dan membuang panas dari server. Studi yang diterbitkan dalam Nature Sustainability memperkirakan ekspansi pusat data AI di Amerika Serikat pada periode 2024 hingga 2030 berpotensi meningkatkan konsumsi air hingga lebih dari 1,1 miliar meter kubik per tahun. Besarnya kebutuhan tersebut menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya air.
   

Dilema Emisi Karbon dari Pendingin Udara

Beralih ke sistem pendingin udara (air-based cooling) untuk mengurangi penggunaan air juga dapat memunculkan persoalan lain. Sistem ini dapat membutuhkan energi listrik lebih besar untuk mengoperasikan perangkat pendingin, terutama pada kondisi tertentu.

Ketika pasokan listrik masih berasal dari sumber energi yang menghasilkan emisi karbon, peningkatan kebutuhan listrik untuk pendinginan dapat ikut meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Karena itu, pengembangan AI yang lebih ramah lingkungan atau Green AI menuntut perusahaan teknologi untuk mencari keseimbangan antara efisiensi penggunaan air, konsumsi listrik, dan pengelolaan emisi karbon. Dengan begitu, peningkatan kemampuan komputasi AI tidak hanya mempertimbangkan performa teknologi, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan.

Nah, perkembangan AI membawa kebutuhan energi dan pendinginan yang semakin besar. Di satu sisi, penggunaan air perlu diperhatikan, sementara di sisi lain, penghematan air melalui sistem pendingin tertentu juga dapat meningkatkan kebutuhan listrik. Tantangan tersebut membuat efisiensi pusat data menjadi salah satu bagian penting dalam upaya membangun teknologi AI yang lebih berkelanjutan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X