Kolaborasi Indonesia, Brunei, dan Malaysia Dorong Ketahanan Ekosistem Rantai Pasok Halal di ASEAN

21 October 2026 20:20

Jakarta: Menara Syariah bersama Universiti Brunei Darussalam menggelar simposium internasional bertajuk Logistics and Maritime Future di Menara Syariah, PIK 2, Jakarta. Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia untuk memperkuat konektivitas, daya saing maritim, serta ekosistem rantai pasok halal di kawasan ASEAN.

Simposium tersebut menjadi ruang dialog bagi pemerintah, pelaku industri, dan akademisi untuk membahas peluang serta tantangan sektor logistik regional di tengah dinamika global. Pembahasan mencakup ketahanan rantai pasok, integrasi rantai nilai regional, dan pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Senior Assistant Professor Universiti Brunei Darussalam, Quazi Mohammed Habibus Sakalayen, memaparkan lima komponen yang dinilai penting dalam membangun ekosistem rantai pasok yang terintegrasi.

“Maka, inilah kelima komponen ekosistem tersebut, kepemimpinan strategis dan tata kelola kebijakan, kolaborasi antara universitas dan industri dalam pengembangan modal manusia, sistem pelacakan digital yang cerdas serta interoperabilitas sistem, infrastruktur berkelanjutan termasuk pengembangan rantai dingin (cold chain) ramah lingkungan, serta teknologi finansial (fintech) syariah dan pembiayaan rantai pasok berbasis nilai,” ujar Quazi dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 21 Oktober 2026. 

Menurutnya, penguatan komponen tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem logistik yang lebih terhubung dan berkelanjutan.

Melalui simposium ini, kolaborasi antara Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia diharapkan dapat memperkuat posisi ketiga negara dalam jalur pelayaran regional. Sinergi lintas sektor juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong integrasi rantai pasok halal dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di ASEAN.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X