Ancang-Ancang Prabowo-Gibran Melobi Koalisi

16 February 2024 10:15

Meski baru unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2024, Koalisi Indonesia Maju telah memulai lobi-lobi sebagai bagian dari sikap calon presiden yang diusung. Pasangan Prabowo-Gibran mengatakan ingin merangkul semua kekuatan.

"Prabowo-Gibran dan seluruh Koalisi Indonesia Maju, kami akan merangkul semua unsur dan semua kekuatan. Kami akan menjadi presiden, wakil presiden, dan pemerintah untuk seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 14 Februari 2024. 

Pernyataan Prabowo Subianto yang ingin merangkul semua kekuatan disampaikan setelah elektabilitasnya unggul dibandingkan dengan dua kompetitor lainnya di Pilpres 2024 versi hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei. Namun, sejumlah partai politik yang mengusung Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud belum antusias menanggapi meski tidak menutup peluang untuk bergabung. 

Wakil Ketua Umum PKB sekaligus Asisten Pelatih Kapten Timnas AMIN, Jazilul Fawaid menyatakan, belum berpikir sejauh itu. Pihaknya masih ingin fokus berjuang melawan dugaan kecurangan di Pemilu 2024. 

"Tim AMIN akan mengumumkan pada saatnya hasil tabulasi, sekaligus kami juga akan melakukan komunikasi. Menurut tim hukum kami ada masalah-masalah yang harus juga diungkap. Jadi jangan sampai, saya sampaikan kepada para pejuang perubahan, jangan sampai quick count itu merubah psikologi kita untuk menang," tutur Jazilul Fawaid dalam tayangan Metro TV. 

"PKB akan mentradisikan untuk menjadi bagian yang kritis kepada pemerintah," lanjutnya. 

Sementara itu Sekjen PDIP sekaligus Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto menegaskan PDIP siap menjadi oposisi pemerintah di periode mendatang. Hasto menyebut, partainya memiliki pengalaman panjang sebagai oposisi yakni usai Pemilu 2004 dan 2009 diapresiasi karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi. 

"Tidak ada istilah oposisi. Dari pengalaman PDI Perjuangan 2004-2009, posisi saat itu 2004-2009 adalah berada di luar pemerintah. Ini adalah sistem pemerintahan yang kita bangun," kata Hasto. 

Sejumlah pengamat menilai upaya merangkul lawan politik yang dilakukan Prabowo-Gibran memperlihatkan kecenderungan untuk menutupi kekurangan dari klaim kemenangan mereka. Meski berpeluang menang satu putaran, masih ada celah dari sentimen negatif yang terus bermunculan.

Di antaranya, pencalonan Gibran berdasarkan Keputusan MK yang kontroversial serta dugaan kecurangan Pemilu karena intervensi kekuasaan. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)