Upaya percepatan penanganan darurat pascagempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat. Tim kemanusiaan dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) beserta 10 ekor anjing pelacak (K9) dilaporkan telah tiba di Kabupaten Ngada, Pulau Flores.
Kedatangan rombongan tim kemanusiaan tersebut difasilitasi langsung menggunakan armada pesawat khusus milik Polri.
Fokus utama dari pengerahan anjing pelacak ini adalah untuk menyisir titik-titik lokasi yang paling parah terdampak guncangan gempa. Hal ini diharapkan dapat mempercepat dan memaksimalkan proses pencarian korban yang mungkin masih tertimbun reruntuhan.
Dikutip dari
Primetime News, Metro TV, Selasa 18 Agustus 2026, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT menyatakan bahwa selain tim K9, Polri juga menerjunkan pasukan Brimob pilihan yang memiliki kualifikasi dan kemampuan Search and Rescue (SAR).
Pasukan ditugaskan secara khusus untuk membantu percepatan pencarian korban, sekaligus membuka akses-akses jalan di sejumlah wilayah yang hingga kini masih terisolasi akibat longsor. Selain itu, tim medis, tim
trauma healing dan bantuan logistik juga dikirimkan.