Jakarta: China tengah mengembangkan pulau buatan terapung yang diklaim sebagai yang pertama di dunia untuk penelitian laut dalam.
Proyek ini dipimpin oleh Universitas Shanghai Jiao Tong dan dirancang sebagai platform raksasa setinggi sekitar 30 lantai yang mampu beroperasi di laut lepas dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem.
Dilansir dari CGTN, platform tersebut memiliki kemampuan layaknya kapal yang dapat bergerak di lautan. Struktur ini juga dirancang tahan terhadap gelombang tinggi serta topan kategori 5 dengan kecepatan angin hingga 250 kilometer per jam. Dengan bobot mencapai sekitar 78.000 ton, platform ini disebut sebanding dengan kapal induk berukuran menengah.
Teknologi Canggih untuk Eksplorasi Laut Dalam
Pulau buatan ini dilengkapi berbagai
peralatan ilmiah canggih guna mendukung penelitian kelautan. Salah satu fitur utamanya adalah “kolam bulan” berukuran besar yang memungkinkan peneliti menurunkan peralatan berbobot hingga ratusan ton ke kedalaman sekitar 6.000 meter.
Melansir
Interesting Engineering, fasilitas ini dirancang untuk menunjang berbagai kegiatan, mulai dari pengembangan teknologi kelautan, eksplorasi sumber daya laut, hingga riset ilmiah di wilayah laut dalam yang sulit dijangkau.
Sementara itu, berdasarkan laporan
Global Times, platform ini mengusung desain
semi-submersible lambung ganda yang membuatnya lebih stabil saat menghadapi gelombang tinggi. Struktur tersebut juga mampu menampung lebih dari 200 personel dalam jangka waktu lama tanpa memerlukan pasokan ulang.
Selain itu, platform ini dirancang untuk mendukung pengujian peralatan hingga kedalaman 10.000 meter, mencakup hampir seluruh wilayah laut dalam, termasuk kawasan terdalam seperti Palung Mariana.
Pulau terapung ini juga dibangun untuk menghadapi kondisi ekstrem seperti badai, gelombang tinggi, hingga guncangan seismik. Bahkan, struktur tersebut dilengkapi teknologi material khusus yang mampu meredam gelombang kejut dari ledakan.
Meski secara resmi difungsikan sebagai fasilitas
penelitian ilmiah, sejumlah pihak menilai platform ini memiliki potensi penggunaan lain, termasuk untuk kepentingan pengawasan atau operasi strategis di wilayah laut terpencil.
Janagn lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)