Dirjen Imigrasi: Operator Judol di Hayam Wuruk Adalah 'Veteran Kamboja'

14 May 2026 00:57

Penggerebekan markas judi online (judol) di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, mengungkap pergeseran tren sindikat kriminal internasional yang kini menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama. Berjarak hanya sekitar 200 meter dari Istana Kepresidenan, sebanyak 320 warga negara asing (WNA) diamankan karena mengoperasikan jaringan judi global.

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bentuk eksodus para pelaku yang ia sebut sebagai "veteran Kamboja".

"Jadi sebenarnya kejadian yang di Hayam Wuruk ini bukan berdiri sendiri. Ini mereka bekerja baru range-nya satu sampai dua bulan. Jadi memang baru masuk ke sini yang kita sinyalir dan dapatkan beberapa bukti, masuk ke dalam ini mereka ini veteran dari Kamboja Bang," jelas Hendarsam dalam program Hotroom Metro TV, Rabu 13 Mei 2026.
 


Hendarsam mensinyalir bahwa pengetatan pengawasan di Kamboja membuat para operator yang terdiri dari berbagai warga negara seperti Vietnam, Myanmar, dan Filipina, mulai mencari wilayah operasional baru.

"Kamboja itu mereka penyedia tempat. Isinya orang Vietnam, orang Myanmar, ada Filipina, orang Indonesia juga ada di sana. Jadi ketika mungkin Kamboja dirasa sudah tidak terlalu nyaman lagi tempat di sana, dia mencari tempat yang lain. Nah salah satunya itu kita sinyalir adalah Indonesia destinasinya," jelasnya.

Simak pernyataan selengkapnya dan kupas tuntas benang merah sindikat judi online internasional ini dalam program Hotroom Metro TV episode "Judol Global Ancaman Nasional".

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)