Uniknya Jemaah Haji Berblangkon dari Yogyakarta

Mahmud Fauzi • 7 May 2026 19:21

Makkah: Jemaah haji asal Gunungkidul, Yogyakarta, tampil menarik di Tanah Suci dengan mengenakan blangkon. Penutup kepala tradisional ini tak hanya menjadi identitas budaya, namun juga memiliki makna filosofis dan fungsi praktis selama ibadah haji. 

Di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara, rombongan haji Indonesia asal Gunungkidul yang tergabung dalam Kloter YIA 10 tampil ikonik, dengan kompak mengenakan blangkon khas Yogyakarta.

Penggunaan blangkon ini bukan sekadar untuk penampilan, namun sudah menjadi tradisi sejak 2017, sebagai upaya membawa identitas budaya lokal ke kancah internasional.

Selain itu, blangkon juga memiliki nilai filosofis, seperti 17 lipatan yang melambangkan jumlah rakaat salat fardu, serta bagian belakang yang mengajarkan untuk menyimpan aib dan menjaga keharmonisan.

Tak hanya sarat makna, blangkon juga memiliki fungsi praktis, yaitu memudahkan antarjemaah saling mengenali, terutama saat terpisah di kerumunan.

Dengan bentuk dan warna yang khas, blangkon menjadi penanda visual yang efektif, sehingga mempermudah koordinasi di tengah padatnya Jemaah. Rencananya, blangkon akan terus digunakan hingga puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Melalui blangkon, Jemaah Gunungkidul menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat berjalan selaras dengan kekhusyukan dalam beribadah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)