30 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan

27 November 2025 19:26

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut Utara, menyebabkan daerah tersebut terisolir total. Akses jalan utama tertutup material longsor yang membentang hingga 100 meter, memutus jalur menuju Kota Sibolga dan Tapanuli Utara.

Untuk membuka akses vital tersebut, sebanyak 5 unit alat berat telah diturunkan ke lokasi. Namun, hingga saat ini, upaya pembersihan material longsor belum berhasil sepenuhnya membuka kembali jalan tersebut.

Selain longsoran yang memutus akses, Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumatera Utara (Sumut), Sri Wahyuni Pancasilawati, atau yang akrab disapa Yuyun, menuturkan bahwa proses evakuasi juga terhambat di daerah Aek Sijorni yang masih tergenang banjir.

"Yang dibutuhkan adalah alat berat karena begitu banyaknya longsoran supaya bisa dibersihkan," ujar wanita yang akrab disapa Yuyun.

Meskipun menghadapi kendala, petugas berhasil mengevakuasi sejumlah korban longsor di daerah Aek Jombang berkat bantuan alat berat yang sudah diturunkan.
 

Baca juga: Diterjang Banjir Bandang, Solok Tanggap Darurat Bencana Selama Dua Pekan

30 Orang Meninggal, Banjir Meluas ke 13 Kabupaten/Kota

Bencana hidrometeorologi ini tidak hanya berdampak di Tapanuli Selatan, namun meluas dan tercatat memengaruhi 13 kabupaten/kota di seluruh Sumatera Utara.

Menurut data sementara yang diungkapkan oleh BPBD Sumut, bencana ini telah memakan korban jiwa. Tercatat, 30 orang meninggal dunia dan 6 orang lainnya masih dilaporkan hilang hingga berita ini diturunkan.

Pemerintah dan tim SAR terus berupaya keras untuk mengevakuasi korban dan membersihkan jalur-jalur yang terisolasi agar bantuan dan akses logistik dapat segera masuk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)