Diterjang Banjir Bandang, Solok Tanggap Darurat Bencana Selama Dua Pekan

27 November 2025 19:22

Ratusan rumah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, diterjang banjir bandang dan longsor pada Kamis pagi, 27 November 2025, menyusul tingginya intensitas curah hujan di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Kabupaten Solok pun segera menetapkan status tanggap darurat bencana alam guna mempercepat penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat.

Bencana alam hidrometeorologi ini melanda beberapa wilayah, termasuk ratusan rumah di Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Siri, dan Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak. Selain banjir, sejumlah titik di area tersebut juga mengalami longsor yang memperparah kerusakan.

Dampak serius juga terasa pada akses transportasi. Akses keluar dari Nagari Koto Sani menuju Kota Solok dilaporkan terganggu akibat material longsor dan kerusakan infrastruktur.

Sementara itu, di Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, warga terpaksa bergotong royong membangun jembatan darurat lantaran jembatan utama putus akibat derasnya arus banjir, menyebabkan beberapa wilayah terancam terisolasi.
 

Baca juga: Presiden Perintahkan Penanganan Bencana di Sumatra Dipercepat

Pemkab Solok Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok bertindak cepat dengan menetapkan status keadaan darurat bencana alam. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison mengatakan bahwa status darurat bencana resmi ditetapkan selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 25 November 2025, dengan status Siaga I atau awas. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat langkah penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak secara luas.

Langkah penetapan status darurat ini diharapkan dapat memobilisasi seluruh sumber daya yang dibutuhkan, termasuk upaya perbaikan infrastruktur yang rusak seperti jembatan, serta evakuasi material longsor yang menghambat akses warga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)