Kapolda Riau Gaungkan Konsep Green Policing: Polisi Sebagai Penjaga Peradaban

18 June 2026 09:54

Dalam rangka Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan orasi ilmiah yang memperkenalkan visi baru kepolisian masa depan melalui konsep Green Policing. Konsep ini memosisikan institusi Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga sebagai pelindung lingkungan atau penjaga peradaban.

Dalam paparannya di hadapan ratusan wisudawan, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa tugas kepolisian harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Irjen Pol Herry Heryawan menjelaskan bahwa gagasan keamanan telah berevolusi dari state security (keamanan negara) yang melindungi kedaulatan, menuju human security (keamanan manusia) yang melindungi individu, dan kini menuju tahap ecological security (keamanan ekologi).

"Artinya, polisi hadir sebagai penjaga kesinambungan kehidupan sosial ekologis. Dan transformasi seperti ini menuntut adanya radical break," ujar Kapolda Riau.
 

Baca juga: Kapolda Riau: Tidak Ada Human Security Tanpa Ecological Security

Penerapan Green Policing ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan lingkungan yang nyata, khususnya di wilayah Riau. Beberapa persoalan utama yang disoroti meliputi:
  • Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
  • Pencemaran aliran sungai.
  • Praktik perburuan satwa liar yang mengancam biodiversitas.
Sebagai bentuk implementasi, konsep ini tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek edukasi lingkungan dan pemulihan ekosistem. Program nyata yang diusung mencakup kegiatan reboisasi serta rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga alam.

Lebih jauh, Irjen Pol Herry Heryawan menekankan bahwa Green Policing bukan sekadar inovasi teknis atau strategi kelembagaan semata. Konsep ini harus dimaknai sebagai kontrak sosial baru yang melibatkan sinergi antara polisi, masyarakat, dan planet bumi sebagai ruang hidup bersama.

(Anggie Meidyana)