Banda Aceh: Fenomena lubang raksasa yang muncul di wilayah Ketol, Aceh Tengah diduga merupakan peristiwa alam jenis sinkhole atau lubang runtuhan akibat proses geologi bawah permukaan.
Ahli Geologi Universitas Syiah Kuala, Bambang Setiawan mengatakan, berdasarkan pengamatan awal dari video dan data peta geologi regional, ukuran lubang yang sangat besar tersebut mengarah pada karakteristik sinkhole. Meski demikian, untuk memastikannya masih memerlukan pendalaman dan peninjauan langsung ke lapangan.
"Kita harus melihat secara langsung. Kalau misalnya dia adalah sebuah klosur, sebuah tutupan di mana bentang alam sekelilingnya itu tidak tertutup, kemudian muncul adanya lubang yang sebesar itu, ya bisa dipastikan itu adalah sebuah sinkhole," ujar Bambang.
Menurut Bambang, dari data peta geologi regional, di kawasan tersebut terdapat tiga formasi batuan, yakni formasi gunung api kuarter, formasi Bampu, dan formasi Klut. Dari ketiganya, formasi Klut dinilai paling berpotensi karena mengandung batu gamping yang mudah larut oleh air hujan.
"Di mana di dalam formasi Klut itu menurut informasi dari data geologi regional dia mengandung batu gamping yang sebenarnya di manapun di belahan dunia termasuk di kita sendiri itulah yang sering menyebabkan terjadinya
sinkhole," kata Bambang.
Pelarutan ini membentuk rongga-rongga di bawah tanah. Saat rongga membesar dan mendapat tekanan air hujan ekstrem, lapisan tanah di permukaan dapat runtuh secara tiba-tiba.
Bambang menyarankan perlu dilakukan penelitian geologi mendalam terkait fenomena alam lubang raksasa tersebut, serta menghindari aktivitas di kawasan tersebut demi menghindari jatuhnya korban jiwa. (Metro TV/Alhadi Habibi/Fahmi Reza)