Trump Sesumbar Tak Butuh Selat Hormuz di Tengah Lonjakan Harga BBM

3 April 2026 19:46

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perbincangan publik setelah klaim terbarunya mengenai kemandirian energi Amerika Serikat. Dalam pidato terbarunya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat saat ini tidak lagi bergantung pada Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan energi global.

"Kita sekarang benar-benar independen dari Timur Tengah," ujar Trump dalam pidatonya.

Pernyataan ini muncul sebagai upaya Trump untuk meredakan kekhawatiran warga Amerika terkait melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, yang dipicu oleh agresi Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam pidatonya, Trump menekankan bahwa rakyat Amerika Serikat tidak perlu merasa terancam dengan situasi di Timur Tengah karena negara tersebut memiliki cadangan bahan bakar yang melimpah. Ia bahkan mengklaim bahwa Amerika Serikat kini memproduksi lebih banyak minyak dan gas dibandingkan dengan negara eksportir besar seperti Arab Saudi dan Rusia.
 

Baca juga: Warga AS Protes Harga BBM Kian Tak Terkendali

Namun pernyataan Trump tersebut berbanding terbalik dengan data di lapangan. Faktanya, harga BBM di Amerika Serikat justru mengalami lonjakan signifikan, menembus angka rata-rata USD4 AS per galon.

Angka ini merupakan level tertinggi sejak 2022, atau tepatnya setelah terjadinya invasi Rusia ke Ukraina yang sempat mengganggu stabilitas pasar energi dunia. Kenaikan harga ini bertolak belakang dengan klaim bahwa stok domestik sudah cukup untuk meredam dampak fluktuasi pasar global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)