Teka-Teki Kebocoran Gas Hancurkan Hunian di Polonia

23 July 2026 08:18

Jakarta: Ledakan dasyat yang menghancurkan sebuah rumah di kawasan Polonia, Kota Medan, Sumatra Utara, masih menyisakan banyak pertanyaan. Dugaan awal penyebabnya mengarah pada kebocoran gas bumi bawah tanah. Namun hingga kini penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi menyeluruh dari tim gabungan.


Kronologi ledakan


Ledakan dasyat mengguncang kawasan Polonia pada Senin, 20 Juli 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Dentumannya terdengar keras sekali bahkan membuat sejumlah warga mengira terjadi gempa bumi. Dari rekaman CCTV dan kesaksian warga menunjukkan adanya kilatan cahaya putih sesaat sebelum ledakan terjadi. Seorang kurir belanja daring yang tengah melintas di depan lokasi juga turut menjadi korban setelah terhempas material bangunan dan sepeda motornya tertimpa runtuhan. 

Penyebab ledakan


Dari keterangan kepolisian dan tim gabungan lokasi kemudian langsung disterilkan untuk proses evakuasi dan juga penyelidikan lebih lanjut. Penyebab pasti dari ledakan ini masih dalam penyelidikan. Namun hasil olah tempat kejadian berkara awal oleh Tim Lab Forensik Polri mengarah pada dugaan adanya kebocoran jaringan gas bumi bawah tanah atau gas tanam. Gas diduga terakumulasi di ruang tertutup pada bagian bawah bangunan. Kemudian tersulut percikan akibat kosleting listrik hingga memicu ledakan besar. 

Meski demikian PT Perusahaan Gas Negara atau PGN menyatakan alat mendeteksi metana yang mereka gunakan tidak menemukan indikasi kebocoran pada jaringan gas di luar bangunan. PGN menegaskan investigasi bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait masih berlangsung untuk memastikan sumber gas penyebab ledakannya.

Update progres evakuasi


Proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan juga unsur relawan. Fokus evakuasi diarahkan pada pemongkaran beton lantai tiga bangunan utama yang ambruk menggunakan alat berat dan juga crane. Ini untuk mempercepat pencarian.

Tim SAR juga menggerakkan thermal drone atau drone thermal. Ini untuk mendeteksi adanya tanda-tanda kehidupan maupun titik panas di bawah tubuhkan material. Teknologi ini diharapkan bisa membantu proses pencarian secara lebih cepat dan aman bagi personil di lapangan.


Total korban ledakan


Dari data terbaru otoritas menyebutkan sedikitnya tujuh orang terdampak dalam insiden ledakan ini. Empat orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka, termasuk seorang balita berusia dua tahun, kemudian seorang sopir dan seorang kurir yang berada di sekitar lokasi saat ledakan terjadi. Sementara itu hingga pembaruan pagi tadi, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang. Aparat masih terus melakukan pencarian untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun reruntuhan bangunan.

Seluruh korban ledakan rumah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan sudah ditemukan secara lengkap. Jadi korban terakhir berhasil dievakuasi dari bawah timbunan reruntuhan pada Selasa, 21 Juli petang kemarin.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X