Dana Pendidikan Anak Makin Mahal? Ini 5 Strategi agar Keuangan Tetap Aman-Edukasi Ekonomi

Husen Miftahudin • 21 July 2026 16:07

Jakarta: Biaya pendidikan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Jika tidak dipersiapkan sejak dini, kebutuhan sekolah hingga kuliah anak berpotensi menjadi beban besar bagi kondisi keuangan keluarga. Karena itu, orang tua perlu memiliki strategi untuk mulai mengumpulkan dana pendidikan sedini mungkin.

5 Strategi Siapkan Dana Pendidikan Anak

Menyiapkan dana pendidikan tidak selalu membutuhkan modal besar. Dengan perencanaan yang tepat dan kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin, orang tua dapat mempersiapkan biaya pendidikan anak secara bertahap. Berikut lima cara yang bisa diterapkan.
   

1. Manfaatkan Asuransi Pendidikan

Salah satu cara yang dapat dipilih adalah menggunakan asuransi pendidikan. Bagi orang tua yang belum mampu membayar premi setiap bulan, dana tambahan seperti bonus tahunan atau tunjangan hari raya (THR) dapat dimanfaatkan untuk membayar premi sekaligus atau menambah nilai investasi dalam produk pendidikan.

2. Cari Sumber Dana Tambahan Melalui Investasi

Selain menabung, investasi juga dapat menjadi pilihan untuk mengembangkan dana pendidikan. Salah satu instrumen yang kerap dipilih adalah reksa dana pendapatan tetap karena memiliki potensi imbal hasil yang relatif stabil dibandingkan tabungan biasa. Namun, setiap instrumen investasi tetap memiliki risiko sehingga penting menyesuaikannya dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

3. Jual Barang Anak yang Masih Layak Pakai

Mainan, pakaian, atau perlengkapan anak yang sudah tidak digunakan tetapi masih dalam kondisi baik dapat dijual kembali melalui platform daring. Hasil penjualannya bisa langsung dialokasikan ke rekening atau tabungan khusus dana pendidikan sehingga tetap memberikan manfaat di masa depan.

4. Kurangi Pengeluaran untuk Perayaan yang Berlebihan

Mengadakan pesta ulang tahun secara sederhana juga bisa menjadi salah satu strategi menghemat pengeluaran keluarga. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk acara besar dapat dialihkan menjadi tabungan pendidikan atau investasi demi kebutuhan sekolah maupun kuliah anak di kemudian hari.

5. Libatkan Keluarga dalam Menyiapkan Dana Pendidikan

Orang tua juga dapat mengajak anggota keluarga untuk berpartisipasi mendukung pendidikan anak. Sebagai contoh, saat ulang tahun atau momen tertentu, keluarga dapat memberikan hadiah berupa biaya kursus, uang tabungan pendidikan, atau perlengkapan sekolah yang lebih bermanfaat dibandingkan hadiah konsumtif.
   

Menabung Bisa Dimulai Kapan Saja

Menyiapkan dana pendidikan tidak harus dimulai saat anak masih balita. Orang tua yang memiliki anak usia SMP atau SMA pun masih memiliki kesempatan untuk mempersiapkan biaya pendidikan, termasuk biaya kuliah. Semakin cepat perencanaan dilakukan, semakin besar pula peluang untuk mengurangi beban keuangan keluarga di masa mendatang.

Nah, menyiapkan dana pendidikan anak bukan hanya soal menyisihkan uang, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan dengan lebih bijak. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, orang tua dapat membantu memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi tanpa mengganggu kondisi finansial keluarga.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Odetta Aisha Amrullah)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X