Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal usai Ospek, Sang Ibu Minta Polisi Usut Dugaan Kekerasan

1 October 2026 18:51

Lhokseumawe: Nurlaila, ibunda mahasiswa baru Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Teuku Rasya Fadillah, meminta keadilan atas kematian putra sulungnya. Ia menduga Rasya mengalami kekerasan saat mengikuti masa orientasi kampus sebelum meninggal dunia di RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, pada Minggu, 27 September 2026.

Suasana duka menyelimuti kediaman Rasya di Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, pada Senin, 28 September 2026. Nurlaila tak kuasa menahan tangis saat memandangi dan memeluk foto putranya.

Menurut Nurlaila, pihak medis yang menghubunginya menyampaikan dugaan bahwa Rasya mengalami alergi obat. Namun, ia mempertanyakan keterangan tersebut karena melihat sejumlah luka lebam pada wajah, leher, dan tubuh putranya. Ia juga menyebut hidung Rasya terlihat patah.

Nurlaila mengatakan Rasya tidak memiliki riwayat alergi dan jarang mengonsumsi obat. Ia mengaku mendapat kabar bahwa putranya mengalami demam tinggi sebelum dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan.

"Anak ibu demam tinggi, dia ke klinik minta diinfus katanya. Setelah itu dipasang infus, dikasih parasetamol diinfusnya yang lain saya gak tahu," kata Nurlaila dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 1 Oktober 2026. 

Ia mengaku menjemput Rasya di Banda Aceh dan meminta agar jenazah putranya tidak dimandikan di rumah sakit. Saat itu, ia melihat sejumlah lebam pada tubuh Rasya.

"Kondisi mukanya udah memar-memar lebam di sini, hitam di leher. Kalau di badan di bawah sini lebam juga, di lengannya ada juga," ujarnya.

Nurlaila berharap pihak kepolisian dan pihak terkait mengusut tuntas penyebab kematian putranya. Ia meminta kejelasan mengenai dugaan kekerasan yang menurutnya dialami Rasya.

"Saya mau kebenaran keadilan untuk anak saya. Siapa pelakunya? Apa salah dia kenapa sampai ditindas seperti ini?" kata Nurlaila.

Ia juga mengenang Rasya sebagai anak yang tidak pernah bermasalah sejak kecil. Sebelum menempuh pendidikan di Politeknik Pelayaran Malahayati, Rasya merupakan murid Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe yang dikenal aktif dan ceria.

Rasya mulai menempuh pendidikan di Politeknik Pelayaran Malahayati pada 4 September 2026. Menurut keterangan dalam laporan tersebut, selama 22 hari Nurlaila tidak berkomunikasi dengan putranya hingga menerima kabar bahwa Rasya berada di rumah sakit pada 27 September 2026.

Penyebab pasti kematian Rasya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Dugaan keluarga mengenai kekerasan saat orientasi maupun keterangan awal mengenai alergi obat belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X