Banda Aceh: Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma, mendesak kepolisian mengusut tuntas kematian taruna Poltekpel Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla, yang meninggal setelah mengikuti masa orientasi.
"Secara aturan kan sudah tidak ada lagi ospek yang mengedepankan perlakuan fisik. Harus diusut indikatornya, apakah ini ulah senioritas atau kelalaian dari akademik," kata Haji Uma di Banda Aceh, dilansir Antara, Selasa, 29 September 2026.
Sudirman Haji Uma meminta polisi menelusuri seluruh rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan adanya kekerasan, senioritas, atau kelalaian dalam penanganan medis.
Haji Uma juga menyoroti proses penanganan kesehatan korban, yang disebut mengalami demam hingga 39,7 derajat celsius sebelum dirujuk ke rumah sakit.
"Lalu, SOP kesehatan kampus dan rujukan medis. Jika taruna sudah demam 39,7 derajat sejak tanggal 26, mengapa baru dirujuk tanggal 27 siang saat sudah ruam menyeluruh. Ini indikator kelalaian yang harus dijawab," ujarnya.
Ia meminta Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan secara terbuka dan transparan, termasuk pemeriksaan visum dan autopsi jika dibutuhkan keluarga.
"Orang tua dari Lhokseumawe menitipkan anaknya untuk dididik menjadi perwira pelayaran, menjadi abdi negara. Bukan untuk pulang dalam peti jenazah. Jangan sampai kekerasan dibungkus dengan dalih pembinaan, pendisiplinan, atau tradisi senior," ungkapnya. (Alhadi Habibi/Fahmi Reza)