Luka Lebam Ditemukan di Tubuh Mahasiswa Poltekpel Malahayati yang Tewas saat Ospek

30 September 2026 18:12

Muhammad Rasya Fadilla, mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, meninggal dunia ketika menjalani tahapan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). Pihak keluarga menduga kuat adanya indikasi kekerasan di balik kematian korban setelah menemukan sejumlah luka lebam pada tubuhnya.

Peristiwa ini bermula pada Minggu, 27 September 2026, saat keluarga mendapat kabar bahwa korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh akibat mengalami demam tinggi. 

Ibu korban, Nurlaila, sempat melakukan panggilan video dengan putranya saat dalam perjalanan dari Lhokseumawe. Dalam percakapan singkat tersebut, korban mengeluhkan kondisi fisiknya yang mengalami sesak napas.

Kondisi kesehatan Rasya kian memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada sore hari. Kecurigaan keluarga muncul sewaktu melihat kondisi fisik jenazah secara langsung sebelum dimandikan. Nurlaila menemukan luka memar serta lebam kehitaman pada bagian wajah, leher, lengan, hingga badan putranya. Sang ibu tak kuasa menahan duka dan menuntut kejelasan atas wafatnya sang putra yang bercita-cita menjadi perwira muda.

"Saya mau kebenaran, keadilan untuk anak saya. Siapa pelakunya, apa salah dia, kenapa sampai ditindas seperti ini? Dia salah apa? Dia anaknya enggak pernah bermasalah dari kecil sampai sekarang," ujar Nurlaila dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 30 September 2026.
 



Aparat kepolisian saat ini sedang menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Penyidik berkoordinasi dengan tim dokter forensik sembari menunggu hasil visum et repertum, CT scan, dan rontgen jenazah. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pengelola Poltekpel Malahayati Aceh dan pihak yang mengetahui kondisi korban sebelum dilarikan ke rumah sakit.

"Kita melakukan penyelidikan dan juga wawancara interogasi terhadap berbagai pihak sampai kita melakukan kegiatan observasi awal untuk penyebab daripada meninggalnya salah satu peserta didik tersebut," jelas Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono. 

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini secara transparan demi menegakkan keadilan bagi almarhum.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X